Movie Talk: Suicide Squad

suicidesquad

Saya sudah membahas pengalaman pre-premiere alias pre-screening alias nonton duluan daripada kebanyakan orang (read: Nonton Premiere Suicide Squad). Sekarang bahas soal nontonnya, ya.

Sebelum film dimulai, seperti biasa ada trailer film-film lain. Lalu ada video clip soundtrack Suicide Squad, Heathens – Twentyone Pilot. Serius deh, meski film belum mulai, saya langsung berasa ini lagu cocok banget. Dan maafkan saya yang suka kuper, saya baru denger lagu ini ya di studio kemarin itu.

Buat kamu yang sama aja kupernya, atau penasaran, atau pengin denger lagi, nih saya kasih link buat dengerin lagunya.

Heathens – Youtube

Cuplikan lirik biar dapet feel-nya:

“All my friends are heathens take it slow

Wait for them to ask you who you know

Please don’t make any sudden moves

You don’t know the half of the abuse”

Film dimulai dengan pengenalan para personel Suicide Squad, dilengkapi dengan flashback singkat untuk masing-masing karakter. Jadi sebenarnya Suicide Squad ini dibentuk untuk mencegah the next Superman yang ditakuti gak baik kayak pendahulunya. Pemrakarsanya adalah Amanda Waller, seorang pemimpin agen rahasia.

Meski mendapat tentangan, Amanda percaya banget kalau dia bisa membentuk tim dari para kriminal. Rahasianya? Dia memiliki hati Enchantress dan juga Rick Flag, yang nantinya bakal jadi kapten dari tim khusus ini.

Ternyata eh ternyata, muncul kejadian tidak terduga yang membuat tim khusus ini harus beraksi cepat. Biar seru, ditonton aja filmnya, ya.

Saya sempat intip beberapa review yang sudah muncul, dan kebanyakan memberi komentar negatif. Padahal buat saya, film ini tergolong bagus, kok.

Mungkin karena saya bukanlah fans berat dari komiknya, atau karena ini pengalaman pertama saya nonton film yang berhubungan dengan Batman. Iya, serius. Jangan timpuk saya, ya.

Jadi saya merasa gak ada masalah yang berarti dengan plot, karakter tokoh, dan semacamnya. Meski harus saya akui, saya agak bosen pas nonton bagian-bagian awal. Tadi kan saya bilang ya kalau ada flashback para karakter, itu tuh yang bikin bosen. Rada panjang juga dan karakternya kan banyak. Ada faktor capek dan sakit mata juga sih, karena kami kebagian duduk di bagian kedua dari depan. Jadi matanya musti nyipit gak jelas gitu pas baca introduction text yang cepet.

Karakter yang saya suka di film ini, Deadshot! Selain karena saya secara kebetulan berpose ala Deadshot di foto, saya suka banget sama kemampuan dia. Gak pernah meleset lho tembakan dia.

Salah satu adegan favorit saya adalah ketika Amanda Waller meminta Deadshot membuktikan kemampuan menembaknya. Jadi dia dibawa ke lapangan tembak gitu, ada beberapa sasaran tembak. Di atas meja udah ada sekian banyak senapan.

Asumsi sotoy saya, dia pakai semua senapannya. Yang jelas, dia tembak setiap sasaran tembak di tempat yang sama berkali-kali. Segitu akuratnya. Hm.

Saya juga suka sama Killer Crocs. He’s so cute! 😄

Jadi ada salah satu adegan di mana Harley Quinn bilang kalau mereka itu memang looks ugly from the outside, but beautiful inside. Killer Crocs langsung nyamber, “I’m not ugly.” Terus dijawab, “Of course you’re not.” Ketawa kesenengan deh si Killer Crocs. Hahaha.

Oh iya, awalnya saya kira Harley Quinn itu mantan pacar Joker. Ternyata masih, dong. Masih pacaran mereka. Dan gaya pacarannya tuh emang psycho. Still, cute banget panggilannya, “Puddin~”

Now, let’s rate the movie!

+1 for Deadshot’s and Diablo’s skill, +1 for Killer Crocs’ cuteness, +1 for Rick Flag’s handsome face and his love to me his girlfriend, +1 for Harley Quinn craziness. But, I’m not really impressed with Katana, Slipknot, Boomerang, and Amanda Waller. So, let me reduce the points.

Final rate: 3.5/5

It’s taken me some time, but I finally have them. The worst of the worst.

Nonton Premiere Suicide Squad

First, let me thank Prambors for the free tickets.

Second, I’m not a movie expert. So, I sincerely warned you not to expect a professional review for the movie. I’m just sharing my experience and thoughts, as I usually do.

Third, I’m not good in English. Will continue the post in my native language.

Oke, setidaknya ada usaha saya buat nulis dalam bahasa Inggris lagi. Semoga aja lain kali lebih panjang *ditendang

Nah, sekarang saya mau cerita soal pengalaman saya pre-screening Suicide Squad tanggal 2 Agustus 2016 di XXI PIM2. Sebenarnya bukan prescreening juga sih, tapi bukan premiere juga karena premiere di Indonesia itu tanggal 3 Agustus. Jadi, pre-premiere? *diinjek. Anggep aja premiere, ya.

Oh ya, kalau tetep penasaran mau baca komentar saya tentang film Suicide Squad, bisa cek di post  -> Movie Talk: Suicide Squad


Semuanya berawal dari saya ikut adik saya ketemuan sama teman-temannya. Mereka mau main di House of Trap, jadi ketemuan di MKG. Ternyata mereka mau foto juga buat ikutan kuis. Saya ikutan juga, padahal saya gak tau apa-apa.

Continue reading

All is Well

Hello friends🙂

Sudah hampir dua bulan saya dalam sebuah pergumulan yang sebenarnya sederhana: terus menulis di blog ini atau tidak.

Kenapa?

Karena saya mulai meragukan motivasi saya menulis blog.

Dulu saya menulis karena saya ingin mencurahkan perasaan saya. Mengabadikan kenangan yang ada dalam pikiran saya. Agar saya terus belajar dari setiap hal yang saya katakan, rasakan atau alami di saat menulis hal tersebut.

Belakangan, saya semakin giat menulis karena seringkali saya kesal dan marah namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Saya merasa nyaman saat menulis karena ini seperti devosi buat saya. Terkadang, beban yang ada di dalam hati muncul karena tidak tersalurkan. Jadi, saya merasakan sendiri bagaimana menulis membuat saya bisa lebih tenang dan akhirnya menemukan jalan keluar yang tepat.

Saat menulis, tak jarang saya mendapatkan pencerahan sehingga saya pun bisa membagikan hal yang positif sebagai konklusi. Sering juga saya hanya bisa menuliskan apa yang saya rasakan. Tak ada jalan keluar. Hanya luapan perasaan.

Pertanyaannya, untuk apa saya membagikannya?

Continue reading

Me X My Sister

http://www.youtube.com/watch?v=ujrrZdHKWtM

So I say

Thank you for the music, the songs I’m singing

Thanks for all the joy they’re bringing

Who can live without it, I ask in all honesty

What would life be?

Without a song or a dance what are we?

So I say thank you for the music

For giving it to me

Continue reading

Hello, It’s Me

Ayo ngaku, berapa banyak dari kalian yang malah nyanyi saat baca judul post ini?

Hello from the other side~

*malah lanjut nyanyi

Sayangnya, kali ini saya gak hendak bercerita atau kasih komentar tentang lagu Adele yang masih hits aja sampai dengan hari ini. Saya mau cerita tentang perubahan yang gak kecil-kecil amat dalam hidup saya.

Continue reading