Please, Stop “Bajak” !

Tenang, gue bukan lagi mengusahakan agar petani stop membajak sawah, cukup berharap sama beras impor aja.
Gue juga bukan lagi ngebahas “SOPA” atau aturan anti-pembajakan karya lainnya.
Gue lagi ngomongin pembajakan yang kerap dialami -terutama dan sepertinya khususnya- oleh para remaja yang punya akun jejaring sosial, baik untuk yang mengakses via PC, handphone, blackberry, dsb.
Buat yang berusia muda, merasa muda atau punya temen anak muda,pasti ngerti saya lagi ngomongin pembajakan macam apa.
Yak,lebih ke arah sabotase yang -diharapkan- akan menyebabkan si pemilik akun yang sebenernya merasa malu,diledek dan semacamnya.
Pernahkah anda melihat teman anda di facebook tau-tau menulis status: “Saya cantik kan? Yang setuju LIKE please..”
Kebanyakan akan berbuntut pada permohonan maaf si pemilik akun, menyebut akun-nya dibajak oleh teman atau saudaranya.
Bisa jadi sih sebenernya dia cuma beralibi, sebenrnya itu buatan dia sendiri tapi karena reaksi tidak seperti yang diharapkan, dia bilang itu hasil pembajakan.
HOWEVER, gue pribadi berpendapat pembajakan bukanlah suatu hal yang gak bagus dan menganggu.
Gue punya beberapa pengalaman soal pembajakan.
Jadi ceritanya ada satu temen gue di facebook yang tau-tau bikin status yang gak banget.
Enggak sopan dan bikin jijik.
Walau gak deket, langsung tau dong ya kalau dia dibajak.
Gue cuekin.
Eh nih pembajak gak bosen-bosen.
Jadi dia ngebajak itu mulai dari pagi sampai udah mau sore gitu.
Temen gue juga telat banget nyadar karena dia jarang buka facebook dan gak ada yang kasih tau.
Kalau gak salah, tante-nya yang liat trus marah dan kasih tau dia.
Akhirnya lepaslah gue dari ke-eneg-an ngeliat status yang gak banget di news feed gue.
Sampe males cek facebook, yang dulu gue lakukan setiap satu jam (maklum lah, ababil yang addict facebook)
Makanya itu, gue bilang “bajak” itu mengganggu ketenteraman umum.
Yang dibajak malu, yang ngeliat males,kesel,bete.
Padahal apa untungnya sih buat si pembajak?
Enggak lucu.
Malah keliatan banget masih kecilnya.
Sayang aja, gak semua orang sadar itu nunjukin kalau dia masih bocah.
Bokap gue, pernah dapet broadcast message dari salah satu karyawannya sekitar jam 2 pagi.
Isinya: “Duh, lagi BeTe nih. Butuh Tatitayang..”
Menurut pembajak, itu lucu.
Tapi orang yang dibajak, langsung dimarahin deh sama bokap gue karena dianggap gak menjaga barang pribadinya dengan baik sampai dimanfaatkan dengan tidak bertanggungjawab oleh orang lain.
Jadi kalau bajak-membajak, salah siapa sih?
Yang membajak atau yang dibajak?
Gue rasa sih dua-duanya ya.
Yang membajak kurang kerjaan banget,yang dibajak kok teledor.
Well..
Hidup emang harus dijalani dengan santai, perlu juga kok sesekali bercanda, tapi harus sadar waktu, tempat dan situasi.
Jangan bikin lelucon yang merugikan orang lain dan diri sendiri.
Okay?
Cheers!
😀

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s