Power of Pray

Today is my twin-name, Nella, happy day. Nikah,bo, nikah! Akhirnya! *lempar pom-pom*

Gue udah pernah denger cerita cinta mereka berdua dari versi Nella, tapi saat gue ngebaca kisah versi Alan yang tertulis di undangan, duh..tambah ngiri deh gue sama mereka.

Jadi, mereka itu temen satu SMP. Waktu SMP, Nella itu termasuk cewek populer. Secara, anak cheerleader gitu lho~ Sedangkan Alan tuh tergolong anak nerd gitu lah. Diceritakan kalau Alan kagum sama Nella bukan karena dia miss popular, hati Nella yang baik yang memikat hati Alan. Ciee..

Alan sempet mengungkapkan perasaan sukanya ke Nella tapi ditolak dengan halus.  Nella menulis tanggal ulang tahunnya di kertas dan meminta Alan mengingat ulang tahun Nella.

Sepuluh tahun berlalu, mereka terpisah jarak dan waktu karena Alan melanjutkan sekolah di Jogjakarta. Setiatp hari ulang tahun Nella, Alan tidak lupa berdoa, berdoa agar Tuhan mengijinkan mereka bersatu.

Mereka bertemu kembali sehari setelah ulang tahun Nella di sebuah warnet. Saat itu Nella masih punya pacar tapi Alan tidak putus asa. Ia percaya kalau ini adalah bagian dari rencana Tuhan.

Penantiannya tidak sia-sia. Terbukti sekarang Nella sudah resmi menjadi istri Alan.

Berhubung hopeless romantic is my middle name, gue tuh terharu banget mendengar kisah dua sejoli ini.

Berkat dateng ke resepsi mereka juga, gue jadi mau nulis lagi tentang ‘pelajaran syukur’ yang udah sangat lama gak gue tulis.

Okay, today I find out the power of pray.

Bagian paling sweet dari kisah cinta mereka, menurut gue ya di bagian itu. Mungkin juga sih itu cuma lebay-nya mereka, who knows,hahaha. Tapi gue percaya, doa punya kuasa.

Khotbah dari pendeta untuk hari ini pun menyinggung soal kekuatan dari doa. Bagaimana doa yang diucapkan dengan kesungguhan dan kepercayaan itu punya kuasa yang dahsyat.

Ngomong-ngomong soal doa yang dikabulkan, doa gue baru saja dikabulkan.

ButetOwi menang, euy! Hahahaha..

Buat orang lain, ini mungkin terdengar konyol. Kenapa kemenangan pasangan tersebut bisa gue hubungkan dengan kekuatan doa? Menurut gue, enggak salah ah.

Selama kedua pasangan itu bertanding, gue udah berdoa sepenuh hati. Lebih khusyuk lagi daripada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Gue udah nonton Polii-Jauhari kalah, Kido-Hendra kalah, enggak rela banget kalau yang ini juga kalah!

Apalagi kalau liat Butet udah mulai emosi, Owi mulai ngaco, duh! Gue berdoa supaya Butet tenang, supaya Owi tidak melakukan kesalahan fatal. Gue berdoa supaya pasangan ini fokus kepada pertandingan. Terus, setelah sadar kalau itu saja tidak cukup, gue pun berdoa supaya konsentrasi pasangan Cina yang jadi lawan mereka terpecah, buahhaa..

Dan mereka menang!

Itu, senengnya, jangan ditanya!

Orang lain bisa saja tidak menganggap itu penting untuk didoakan. Tapi, lewat peristiwa ini, gue belajar kalau saat kita meminta dengan sepenuh hati, kita juga akan (bahkan HARUS) bersyukur dengan sepenuh hati saat doa kita dijawab.

Gue disadarkan juga kalau jawaban doa tidak selalu sesuai dengan keinginan kita tapi selalu tepat dengan kebutuhan kita.

Paling terakhir, gue belajar kalau kita harus terperinci dalam mengucapkan doa.

Pernah gak, kamu merasa kurang lengkap dalam berdoa?

Contohnya gini, kamu berdoa minta hujan karena hari ini panas banget. Akhirnya hujan pun turun dengan deras. Tapi angkutan umum yang akan kamu gunakan belum juga muncul. Payung pun tidak menolong, kamu tetap kebasahan.

Mungkin kamu akan berpikir, ‘duh, iya sih, minta ujan. tapi nanti dong, tunggu udah sampe rumah’

Nah, siapa yang salah?

God give you what you ask, yet you still complain. Tsk!

Gue bukan manusia yang sempurna yang enggak pernah mengeluh dan enggak pernah bikin salah. Gue hanya manusia yang berusaha untuk menjadi semakin dekat dengan Tuhan, menikmati hidup yang gue punya dengan segala yang gue punya dan enggak punya.

Hal yang bikin gue seneng hari ini adalah gue bisa ketemu sama beberapa orang yang sudah gue rindukan untuk sekian lama. Cuma sekian menit tapi gue seneng.

Gue juga seneng -tentu aja- karena ButetOwi menang. Simon juga menang sih, tapi gue enggak nonton,senengnya agak beda gitu, hehhe.. Tadi aja saking seneng ButetOwi menang, gue reflek teriak sekenceng mungkin plus loncat-loncat yang menyebabkan gue dimarahin bokap :p

Oh ya, setelah sekian bulan tidak berbelanja buku, tadi gue beli beberapa buku (yeay!) yang semoga saja bisa membantu gue dalam menekuni hobi baru gue.

Next, I also want to share my wish to you.

Temen sekelas gue waktu SMP, Irene, lagi mudik di Jakarta dan gue pengen banget bisa ketemu sama dia. Sayang, agak susah karena gue belum lama ini melakukan kesalahan yang cukup fatal. Akibatnya, nyokap jadi susah kasih ijin ke gue buat pergi ketemu temen. Semoga aja nyokap tergerak untuk ngasih gue ijin kali ini. Kalau nyokap kasih ijin, gue share disini deh, sebagai bukti lain dari kekuatan doa :p
Anyway, all I want to say is..
Though bad and good time, never forget to pray
Saat sedih, berdoa minta tolong. Saat senang, bersyukur dalam doa.
God never let you walk alone,so don’t ever forget to have little talk with Him anytime.
Cheers!
😀

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s