Sing-a-Song: Dengar Bisikanku

Yak, lagi-lagi saya akan membahas lagu lawas. Entahlah, mungkin ini sedikit berhubungan dengan karakter saya yang old-fashioned alias lebih tertarik pada sesuatu yang sudah ‘kuno’. Bisa jadi juga karena saya termasuk orang yang -uhuk- susah move on dari masa lalu. Saya tidak akan membahas itu sekarang.

Saya tahu lagu ini dari kakak saya, yang memang era-nya jauh lebih tua daripada saya. Lagu ini terdapat di salah satu CD yang sering kakak saya putar. Kalau kami sedang mendengarkan radio dan kebetulan lagu ini diputar, pasti dia akan membesarkan volume suara-nya. Kemudian, dia akan protes kalau saya ikut bernyanyi. Sedikit tidak adil, menurut saya.

Sejujurnya, saya malah belum pernah menonton video klip lagu ini. Mungkin pernah, tapi saya tidak terlalu memperhatikannya. Kalau penasaran, boleh lihat video-nya disini.

Nah, apa yang menarik saya pertama kali saat mendengarkan lagu ini adalah iramanya yang easy-listening. Alunan gitar yang dominan serta suara sang vokalis yang memang menyentuh hati, membuat saya ingin mendengarkan lagu ini, lagi dan lagi.

Dari liriknya, lagu ini berbicara tentang seseorang yang berusaha meyakinkan pasangannya agar tetap bertahan, walau hubungan mereka sedang diterpa cobaan. Lagu ini memang lebih cocok dinyanyikan oleh cowok ke cewek karena beberapa kali kata “kamu” diganti dengan “dinda”. Yah, kecuali kalau “dinda” mau diganti dengan “kanda”, mungkin boleh juga dinyanyikan oleh cewek.

Lagu ini mengungkapkan bagaimana kalau sebenarnya dia sendiri (si penyanyi atau si cowok) merasa tidak yakin kalau hubungan ini dapat dipertahankan karena terkadang, masalah yang kecil saja bisa membuat pertengkaran di antara mereka..

mengapa selalu saja khilaf yang kecil mengusik, bagai ombak yang besar, goyahkan kaki kita..

Dan sesungguhnya, sekali pun masalah seolah selalu datang, hal yang bisa membuat kita bertahan adalah saat kita berusaha, untuk saling menerima, saling memahami, berjuang bersama untuk menjaga keutuhan dari kebersamaan yang kita punya.

dengar bisikanku oh dinda, coba lapangkan dada kita. terima aku apa adanya, jujur hati yang kita jaga..

Pada akhirnya, sebuah hubungan adalah suatu hal yang berjalan secara dua arah. Kita tidak mungkin berjuang sendiri. Sekuat apapun kita mau berjuang, apabila orang yang menjadi pasangan kita tidak lagi mau untuk berusaha, perjuangan kita akan menjadi sia-sia.

bila gundahmu tak menghilang, hentikan dulu dayung kita. bila kau ingin lupakan aku, ku tak tau apalah daya..

 

Saat kamu memutuskan untuk membangun hubungan dengan seseorang, dalam hal ini berpacaran, maka kamu sudah memutuskan untuk menerima dia seutuhnya, mendukung dia untuk menjadi orang yang lebih baik dan berjuang bersama untuk hubungan kalian.

Tidak ada gunanya berusaha untuk menemukan orang yang terbaik saat kamu sendiri tidak mampu mempertahankan hubungan yang kamu punya dengannya.

Cinta itu perjuangan. Menjalin hubungan cinta itu komitmen. Tidak ada hal yang berharga, yang didapatkan dengan mudah. Semua perlu usaha dan tanggung jawab.

Jangan ucapkan cinta, bila kamu tidak mau berjuang untuk mempertahankannya.

Cheers!

😀

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s