Resolusi Tahun Baru

Hari ketiga di tahun 2013.

Sedikit terlambat untuk membicarakan tentang resolusi tahun baru, tapi saya baru punya keberanian untuk membahas tentang itu sekarang. Kenapa? Karena saya sendiri tidak tahu apa resolusi tahun baru saya.

Beberapa teman saya sedikit tidak senang dengan kenyataan tersebut. Menurut mereka, itu adalah suatu hal yang tidak baik. Dalam pembelaan saya, resolusi tahun baru bukanlah penentu keberhasilan seseorang. Tidak punya resolusi tahun baru bukan berarti tidak punya mimpi, tujuan atau harapan. Saya hanya (merasa) tidak punya waktu untuk memikirkan tentang resolusi tahun baru.

Kenapa saya bisa merasa tidak punya waktu untuk memikirkannya? Baiklah, begini ceritanya, Saya bukan termasuk orang yang bersemangat dalam menyambut tahun baru karena saya tidak begitu tertarik dengan kemeriahan pesta, perayaan besar dan sebagainya yang identik dengan tahun baru. Saya termasuk anak pencinta ketenangan, lebih senang membaca buku dengan iringan musik lembut sambil menyeruput minuman hangat di dalam ruangan yang sejuk. Oke, saya memang sedikit membosankan, tapi itulah saya.

Saat saya tersadar bahwa tahun baru sudah mulai dekat, semua orang sudah “siap” dengan resolusi tahun baru mereka. Kita tahu bahwa kebanyakan orang mempersiapkan dengan baik resolusi tahun baru mereka. Saat mereka bertanya tentang resolusi tahun baru mereka, saya merasa tidak sanggup untuk menjawab karena belum punya cukup persiapan. Menurut saya, resolusi tahun baru bukanlah suatu hal yang bisa dipersiapkan atau dipikirkan dalam hitungan menit. Butuh persiapan dan pertimbangan matang karena ini akan menentukan langkah yang kita tempuh selama setahun ke depan.

Hm, ya, saya sedikit berlebihan. Tapi, saya memang merasa bahwa resolusi tahun baru bukanlah sesuatu hal yang sepele.

Ada orang yang menganggap bahwa resolusi tahun baru adalah suatu hal yang tidak perlu “benar-benar” dilakukan, yang penting terdengar keren. Mereka membuat resolusi yang seindah langit dan seluas samudera. Sayangnya, tekad mereka hanya sekeras kerupuk alias mudah melempem.

Ada orang yang menganggap bahwa mereka adalah manusia super yang membuat resolusi sehebat mungkin dan pasti berhasil. Saat mereka tidak berhasil, mereka akan minder setengah mati. Saat mereka berhasil, mereka akan cepat puas dan jumawa. Terkadang, mereka mulai sombong saat mulai berhasil. Atau, mereka cepat putus asa saat jalan yang harus ditempuh tidak semudah yang mereka bayangkan.

Ada orang yang memilih resolusi yang sederhana seperti, “Yang penting bahagia.” Sebenarnya, kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Tidak tahu apa yang akan, ingin dan mungkin mereka hadapi selanjutnya. Jadi, mereka cenderung pasrah saja sambil berharap yang baik akan datang. Semoga saja bukan yang jelek yang datang.

Ada juga yang merasa bahwa resolusi adalah suatu hal yang perlu ditargetkan dan berusaha dengan baik untuk mewujudkannya. Mereka berjuang dengan kekuatan penuh, percaya dan tahu betul dengan kemampuan mereka dalam mewujudkan resolusi mereka. Resolusi bukan sekedar tujuan, tapi menjadi semangat, dorongan dan bimbingan untuk mereka menjadi pribadi yang mereka inginkan.

Jadi, siapakah kamu di antara orang-orang tersebut? Oke, saya akan menjawab terlebih dahulu. Saya rasa saya adalah orang yang memilih resolusi sederhana. Saya tidak tahu dengan pasti apa yang saya mau. Saya tidak yakin apa yang akan saya lakukan selanjutnya.

Tapi, yang sedikit membedakan saya adalah saya tidak hanya berharap bahwa yang baik akan datang. Saya percaya bahwa apapun yang terjadi di dalam hidup saya, Tuhan selalu beserta dengan saya.

Ah ya, saya rasa, saya sudah berhasil menemukan dan memutuskan apa yang menjadi resolusi tahun baru saya.

I want to be a true God lover. Deeper in love with Him, keep His commandment and zealously work to Him.

I want to become a better me, to make my family proud of me. Especially to make my parents worry less about me.

I want to be grateful all the time. I want to be happy being me. I want to talk less, worry less.

Yang paling penting adalah untuk menjadi semakin baik, bukan memburuk. Terus naik, bukan turun. Saya tidak mungkin menjadi manusia yang sempurna dan tanpa salah, tapi saya harus belajar dari kesalahan dan bersyukur dalam segala hal.

Welcome 2013!

Be brave. Be grateful. Be the best of you. No worries, all is well!

Cheers!

😀

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s