To Be The Happy Me: Love-What-You-Do-What-You-Love

Sebenarnya ini masih berhubungan dengan post sebelumnya: “In everything, give thanks..”

Saya yakin kalau kebanyakan dari kita sudah pernah mendengar atau tahu tentang ‘prinsip’ ini sebelumnya, “Love what you do, do what you love”

Sukalah apa yang kau lakukan

dan lakukan apa yang kau suka.

Apakah ada hubungannya dengan menjadi bahagia? Tentu.

Saat kita suka dengan apa yang kita lakukan, tentu kita akan berbahagia. Begitu juga saat kita melakukan apa yang kita suka.

Nah, bagaimana caranya?

 

  • Yang pertama adalah tahu betul apa yang kita lakukan.

Nah, pernah merasa seperti gambar di atas? Merasa terjebak di dalam suatu kondisi dimana kita tidak tahu apa yang sedang dan akan dilakukan. Harus melakukan tapi tidak tahu apa yang dilakukan. Dilakukan tapi tidak mengerti.

Kebanyakan orang terjebak dalam kebosanan, rutinitas, kebuntuan, karena tidak tahu apa yang dilakukan. Bukan hanya tidak tahu cara melakukan dengan benar, tapi juga tidak bisa merasakan manfaat dan kesenangan darinya. Ingat, membuat pencapaian yang baik belum berarti kita sudah tahu apa yang kita lakukan. Dan, pencapaian yang buruk juga bukan tanda kita tidak tahu apa yang kita lakukan. Bukan hasil yang harus kita kejar, tapi pengertian tentang apa yang kita lakukan.

 

  • Yang kedua adalah tahu apa yang kita suka.

Oke, ini memang sedikit berlebihan. Tapi saya rasa ini cocok untuk menggambarkan bagaimana perasaan kita saat menemukan apa yang kita suka. So, if you ask me how to find out what you love, here’s the answer. When you see or think or hear or know about what you love, this would happened to you. Rainbow vomit. Bagaimana kalau terlalu banyak hal yang menarik perhatianmu? Well, mungkin kamu harus bersiap-siap untuk tenggelam dalam lautan pelangi… Just kidding, you have to choose, in my humble opinion. How? Hmm.. I’ll answer it later. Or someday.

  • Yang terakhir adalah tahu cara yang kita suka untuk melakukan suatu hal.

Tiap orang itu unik. Cara yang menyenangkan buat orang lain belum tentu cocok dengan kita. Jadi, rasanya sah saja kalau kita melakukan suatu hal dengan cara kita sendiri. Tentunya, tanpa merugikan orang lain atau melanggar peraturan. Contohnya, saya senang bekerja sambil mendengarkan musik. Kalau ada orang yang merasa terganggu, saya akan mengecilkan volume suaranya atau mengenakan headset. Sedangkan waktu masih sekolah, saya tidak mungkin mendengarkan musik sambil bekerja. Tapi, saya tetap mendengarkan musik dengan cara saya sendiri. Saya biasa bersenandung dalam hati, seolah ada kotak musik yang sedang bermain dan terngiang di telinga saya. Aneh? Yah, begitulah.

 

Nah, saat kita sudah tahu apa yang kita lakukan, tahu apa yang kita suka dan tahu cara yang kita suka dalam melakukan sesuatu hal, rasanya akan lebih mudah untuk menerapkan “Love what you do, do what you love.”

Tidak ada jaminan sukses, tapi setidaknya saya harap ini akan membantu. At least, it help me to be the happy me.

Cheers!

😀

Advertisements

One thought on “To Be The Happy Me: Love-What-You-Do-What-You-Love

  1. Pingback: To Be The Happy Me: Do-cause-you-Love-cause-you-do | Zelie Petronella

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s