The Beauty of Friendzone

Baiklah, rasanya saya bisa mendengar berbagai seruan protes, gerutuan atau bahkan makian. Apa coba indahnya dari friendzone? Berbagai argumen mungkin akan berhamburan sekarang. (semacam kripik gitu.. krik, krik..)

Justru karena itulah, saya merasa tertarik untuk membahas apa yang saya yakini sebagai “keindahan dari berada dalam zona pertemanan” (terjemahan bebas dan sesuka hati dari judul post)

  • kamu bisa tahu lebih banyak lagi tentang dia

Walau friendzone sering terkesan menyedihkan, sebenarnya itu memberikan kita keuntungan untuk tahu lebih banyak tentang dia tanpa menimbulkan kesan creepy or pathetic. Nah, bandingkan dengan orang lain yang hanya bisa memandang orang yang dia cinta dari kejauhan, semacam secret admirer atau stalker. Apa kamu tetep berasa kamu secret admirer? Well, setahu saya sih, secret admirer itu lebih menyedihkan, ya. Tidak punya keberanian untuk berinteraksi langsung dengan orang yang dia suka. Yak, kesamaan orang yang berada di friendzone, secret admirer dan stalker adalah sama-sama memendam perasaan. But, in my humble opinion, you are much luckier than them.

  • kamu benar-benar punya pengalaman bersama dengan dia

Ini lagi keuntungan kamu. Okay, saya yakin kalau banyak yang protes karena masih banyak ‘impian’ yang ingin kamu lakukan bersama dia dan (mungkin) enggak bisa terwujud. Tapi, kamu kan bisa punya pengalaman menyenangkan bersama dia. Entah itu ditilang polisi bareng, nonton film horror bareng, anything. Ayolah, apa kamu enggak ngerasa seneng karena bisa punya kenangan bersama dia? Yah, walau mungkin terasa indah banget buat kamu tapi biasa aja buat dia. Tetep aja, itu menyenangkan. Betul, kan?

  • kamu punya peran dalam hidup dia

Setidaknya, dia membutuhkan kamu dalam cara yang berbeda. Biarpun dia cuma menganggap kamu teman , kamu berarti sesuatu buat dia. Ada saat di dalam hidupnya, dimana dia membutuhkan kamu. Cobalah berpikir dari sisi positif, setidaknya dia membutuhkan kamu walau dalam cara yang berbeda dari yang kamu harapkan atau sebesar yang kamu mau.

 

Pada akhirnya, saya setuju dan mengerti bahwa cinta bertepuk sebelah tangan itu rasanya bitter-sweet. Mau dianggep temen doang kek, mau dianggep sampah kek, mau dianggep saudara kek. Intinya, cinta tak terbalas itu dilematis karena mau bertahan rasanya bodoh, tapi mau dilepaskan, hati enggak sepakat.

Saran saya, kalau sudah terjebak di dalam friendzone, mendingan sih segera move on. Dan, yup, memang tidak semudah itu. Karena itulah saya mengajak kalian -para korban friendzone– untuk melihat sisi positifnya sembari mempersiapkan hati untuk melangkah setapak demi setapak.

Tidak ada yang salah dengan ingin memiliki orang yang kita cinta. Yang salah adalah mengharuskan itu untuk terjadi.

Bahagialah dengan apapun yang kamu punya. Bijaklah untuk melepas yang bukan milikmu.

Cheers!

😀

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s