To Be The Happy Me: Seriously Fun

Well, udah lama juga gak nulis untuk seri ‘To Be The Happy Me’. Berencana untuk menulis ini secara berkala, setiap hari Senin. Semoga saja bisa terus konsisten.

Nah, seperti biasa, posting ini masih berhubungan dengan sebelumnya, yaitu Love What You Do, Do What You Love.

Sejak saya ikut event NaNoWriMo bulan November yang lalu, saya jadi semakin getol untuk ikut challenge yang berhubungan dunia tulis-menulis. Saat tahu tentang Reading Challenge, rasanya hampir semua Reading Challenge yang ada membuat saya tertarik dan ingin ikut. Untunglah saya cepat tersadarkan dan membatasi diri untuk ikut Reading Challenge yang ‘terjangkau’ oleh saya baik dari segi waktu, minat baca dan ketersediaan bacaan. Setelah melakukan pilih-pilih pun, masih ada saja reading challenge yang terlewat *sigh*

Dari pengalaman saya ikut berbagai challenge itu, saya mendapat inspirasi untuk menulis ini. Seriously fun. Terjemahan bebasnya, serius yang menyenangkan.

Apa hubungannya dengan ‘Love what you do, do what you love’?

Simple, when you love what you do and do what you love, you will do it seriously but in fun way. At least, consider it fun.

Saat saya berpartisipasi dalam berbagai event atau challenge, saya berusaha memberikan yang terbaik dari saya. Apakah saya ingin menang? Tentu saja! Tapi saya tidak merasa saya HARUS menang.

Saat kita merasa kalau kita harus menang atau mendapatkan sesuatu dari apa yang kita lakukan, maka kita akan kehilangan sisi menyenangkan dan menarik dari apa yang kita lakukan.

Pengalaman adalah hal yang lebih berharga daripada hadiah, menurut saya.

Kemenangan yang sesungguhnya didapat bukan oleh yang berpredikat ‘juara’ tapi oleh yang mendapatkan pelajaran paling banyak dan terus berjuang untuk menjadi lebih baik.

Saya pernah berada di dalam situasi yang membuat saya merasa ‘harus’ menjadi yang terbaik. Saya kehilangan semangat saya karena saya lupa tujuan saya bukanlah hanya hadiah atau gelar, tapi pengalaman dan pelajaran yang kita dapat dari semua hal yang kita lakukan.

Tentu saja, saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa dengan demikian kita bisa bersikap ‘sembarangan’ saat melakukan sesuatu. NO. Kamu harus melakukan dengan sepenuh hati kamu. Just, don’t worry about the result.  Concern about the process.

Katanya, sesungguhnya kegagalan adalah saat kamu berhenti, bukan saat kamu tidak berhasil mencapai target. And, I choose to believe that.

Saya bahagia saat saya sudah melakukan yang terbaik dari saya, apalagi saat melakukan apa yang saya suka. Dan saya lebih berbahagia saat saya menjalankan prosesnya dengan sepenuh hati.

Cheers!

😀

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s