To Be The Happy Me: Now or Never

Saya pernah menyebut diri saya sebagai professional procrastinator. Tentunya itu karena saya sadar dengan sungguh bahwa salah satu ‘keahlian’ saya adalah menunda.

Mama saya sudah sering mengoceh tentang kebiasaan buruk saya ini. Rasanya beliau sampai saat ini belum bosan untuk mengingatkan saya agar lebih pintar mengatur waktu dan tidak lagi menunda-nunda yang seharusnya bisa saya lakukan segera.

Tulisan ini sudah berada di draft saya sejak bulan Juni. Terinspirasi dari perasaan yang saya alami saat Emak meninggal. See, saya memang senang menunda, bahkan dalam hal meluapkan perasaan saya.

Beberapa saat setelah pemakaman Emak selesai dilaksanakan, saya duduk bersama dengan beberapa anggota keluarga lainnya. Bertukar cerita tentang Emak. Hal yang biasa Emak lakukan, kesenangan Emak untuk berkumpul bersama dengan keluarga, sifat Emak yang selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang lain.

Sampai akhirnya om dan tante saya berbicara tentang beberapa rencana yang mereka hendak lakukan bersama dengan Emak. “Padahal Emak pengen…tapi, dipikir nanti aja..”

Mungkin kita akan berlanjut dengan percakapan tentang tidak perlu menyesal dengan apa yang telah lewat. Saya justru lebih tertarik untuk membicarakan dengan kebiasaan saya yang senang menunda sesuatu.

Maka saya pun mulai memikirkan persis seperti judul tulisan saya ini, “Now or Never”.

Saya sering mengingatkan kepada diri saya sendiri atau juga ke orang lain yang sedang ‘curhat’ ke saya bahwa kita tidak bisa merubah apa yang sudah terlanjur terjadi.

Hanya saja, saya seringkali lupa bahwa kita bisa mencegah penyesalan dengan melakukan apa yang sesungguhnya ingin kita lakukan.

Now or Never.

Lakukan sekarang apa yang ingin kamu lakukan karena kamu akan lebih menyesal apabila tidak pernah atau bahkan tidak berusaha untuk melakukannya.

Karena, kesempatan kedua kadang tidak pernah datang. Meski kamu merasa layak mendapatkannya. Walau kamu berusaha sekuat tenaga, sebisa mungkin agar kesempatan itu ada.

So, do it now..or never.

Atau kalau pun kamu mendapat restu untuk kesempatan yang kedua, maka segera lakukan.

Trust me, kamu tidak pernah bisa memperhitungkan seberapa besar dampak dari penyesalan yang datang. Lakukan bukan untuk orang lain, tapi untuk dirimu sendiri.

Cheers!

😀

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s