Sing-a-song: I’m Hopelessly Devoted to You

Maafkan saya, tapi saya baru tahu lagu ini saat nonton Glee yang akan mementaskan Grease. Iya, saya tahu kalau Grease itu sangat fenomenal dan Olivia Newton John itu sangat terkenal. Tapi, yaaa saya baru tahu, jadi harap maklum saja ya.

Di Glee, yang menyanyikan adalah Blaine Anderson, yang diperankan oleh Darren Criss. Adegannya adalah Blaine sedang teringat akan Kurt yang sedang marah padanya. Di saat yang bersamaan, sedang ada audisi untuk pementasan Grease di McKinley High School (am I spell it right?) dan sebenarnya Blaine dijagokan untuk menjadi pemeran utama. Sayang, karena sedang patah hati, dia merasa tidak sanggup melakukan audisi lebih lanjut.

Mendengar dia bernyanyi lagu ini, saya langsung tertarik untuk mencari versi asli dari lagunya. Saya langsung terbayang kalau pasti akan lebih keren lagi versi Olivia Newton John.

Dan, yak, benar. Mungkin saya memang selalu lebih suka lagu yang lebih sederhana. Coba cek sendiri deh lagunya, kalau belum pernah denger sebelumnya:

Bagian yang paling saya suka dari lagu ini dan jadi bagian yang selalu enggak pengen saya lewatkan untuk nyanyikan adalah..

My head is saying, “Fool, forget him.”

My heart is saying, “Don’t let go.

Hold on till the end.”

And that’s what I intend to do

I’m hopelessly devoted to you

Nalurimu berkata dengan sangat jelas, kalau ini harus diakhiri dan melupakannya akan menjadi pilihan terbaik. Hanya saja, perasaan kita rasanya sulit sekali diajak bersepakat. Terus, akhirnya kita memilih untuk mengikuti perasaan deh.

Sounds familiar, huh?

Itu juga yang menurut saya menjadi kekuatan lagu ini, karena kebanyakan wanita yang mendengar lagu ini -khususnya yang sedang patah hati- akan berkata dengan lirih, “Ah, ini saya banget..”

Kemudian akhirnya menyanyikan lagu ini dengan penuh penghayatan, seperti yang sering saya lakukan di tengah perjalanan kalau kebetulan lagu ini terputar di playlist.

Terkadang, saya melewatkan lagu ini dari playlist karena entah kenapa, lagu ini selalu berhasil membuat saya merasa tersayat-sayat walau sedang gembira-gembiranya.

Bahkan, saya yang terbiasa mendengarkan lagu yang akan saya bahas sambil menulis post, akhirnya memutuskan tidak melakukannya kali ini.

Got distracted, antara pengen ikutan nyanyi, berasa mellow, pengen nulis cerita tentang patah pati atau malah akhirnya kehilangan ide mau nulis apa karena lagu ini sangat berhasil menggugah sisi melankolis dalam diri saya.

Sangat tidak disarankan untuk mendengarkan lagu ini saat sedang patah hati dan lagi bengong-bengong enggak jelas, nanti malah mewek.

Tapi sepertinya seru kalau dinyanyikan di karaoke, bareng temen-temen, tentunya pas lagi patah hati.

Hahaha, intinya, lagu ini emang cocok banget jadi theme song untuk yang sedang patah hati.

Sambil denger lagu ini, saya jadi kepikiran untuk tulis cerita.

Ide ceritanya kurang lebih seperti ini:

Seorang cewek (C) sedang berusaha move-on dari bayangan seorang cowok (K) yang sudah sekian tahun menjadi pujaan hatinya. C tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, meski akhirnya dia dan K berteman baik. C mendampingi K dalam petualangan ‘mencari cinta’. C mulai merasa bahwa penantiannya sia-sia, namun ia tidak yakin, sanggupkah dia mengakhiri perasaannya?

Jadi enggak sabar pengen segera mengembangkan ide tersebut menjadi cerita ‘beneran’ 😛

Sekarang, sebagai penutup..

Terkadang kita terlalu takut akan melukai perasaan kita sendiri. Kita merasa bahwa kita akan terbiasa dengan ‘luka’ yang sudah ada sehingga atas nama menjaga hati, kita tak mau mengambil resiko ‘terluka’ di tempat yang lain. Padahal, bukankah luka yang telah sembuh kemudian terbuka lagi di tempat yang sama akan menimbulkan sakit yang lebih dahsyat?

Jika kau percaya dengan takdir, mengapa tidak melangkah dan membiarkan takdir berbicara dengan sendirinya?

Jika kau percaya dengan pilihan, mengapa tidak melangkah dan menjalani pilihan yang lebih baik untukmu?

Saya tahu betapa beratnya melangkah saat kita masih sangat mengharapkan keajaiban. Tapi, bukankah akan lebih berat lagi melangkah saat kita sudah terpuruk dan tak lagi punya kekuatan?

Terkadang, pikiranmu tak sepenuhnya salah meski dia tidak sepakat dengan perasaanmu.

Cheers!

😀

Advertisements

One thought on “Sing-a-song: I’m Hopelessly Devoted to You

  1. Pingback: Antara Cinta dan Obsesi | Zelie Petronella

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s