[To Be the Happy Me] Be a Human

Menjadi seorang dengan kepribadian melankolis-sanguin bukanlah perkara yang mudah. Apalagi dominan di melankolis.

Tak jarang saya merasa tidak nyaman saat bersama teman, walau saya sangat merindukannya. Saya menikmati waktu sendiri, tapi ada masa dimana saya butuh teman.

Saya sangat sulit mengontrol emosi. Sedetik saya bisa tertawa dengan lepas, untuk kemudian terdiam dan tak ingin diganggu.

Tentu saja ini mengganggu saya dan hubungan saya dengan orang sekitar. Membuat saya cenderung egois dan juga labil.

Terkadang, saya sendiri mempertanyakan, “Apa yang saya mau?”

Sebentar saya mudah berempati dengan teman yang sedang sedih, kali lain saya merasa dia tak lebih dari tukang mengeluh.

Hari ini saya bisa mengerti saat teman saya sibuk dan tak bisa mendengarkan curahan hati saya. Esoknya saya akan mengatakan bahwa teman saya tak peduli lagi pada saya.

Sekarang saya menyesal karena berkata jahat padahal sebelumnya merasa saya hanya berkata jujur.

Kenapa sekali waktu saya bersikap seperti malaikat dan berikutnya lebih mirip penjahat?

*iblis adalah kata yang terlalu mengerikan jadi tidak saya gunakan untuk kalimat di atas

Saya merasa munafik. Saya merasa inkonsisten. Saya mulai tak suka dengan diri saya sendiri. Saya bertanya, “Apa yang salah dengan saya?”

Sampai akhirnya saya tersadar bahwa saya bukanlah menjadi penjahat atau munafik. Saya hanya menjadi seorang manusia.

Dengan setiap keanehan, ketidaksempurnaan, kelabilan dan juga kelalaian yang saya lakukan/rasakan/punya.

Tentu saja sebagai manusia kita butuh kegiatan sosial. Namun kita juga butuh ketenangan dalam diri kita. Dan tidak ada yang salah dengan itu.

Saya harus belajar berdamai dengan diri sendiri. Menerima bahwa saya manusia dengan keterbatasan. Juga menerima bahwa orang lain pun tak sempurna. Toh saya akan selalu membutuhkan orang lain karena saya adalah manusia – makhluk sosial.

Kita semua bisa berbuat salah. Begitu juga orang lain. Yang perlu kita semua lakukan adalah menerima kenyataan bahwa kita -dan orang lain di sekitar kita- adalah manusia biasa yang tak sempurna.

Cheers!
πŸ˜€

P.S.: sebenarnya saya sangat bangga memiliki kepribadian melankolis-sanguin πŸ˜‰

Advertisements

2 thoughts on “[To Be the Happy Me] Be a Human

  1. melankolis-sanguin…sama banget ya kita..??!! hehe
    Aku sering merasakan yang kamu rasain. Bahkan, sampai ada orang yang bilang, “sekalinya aku kecewa, sisi malaikat yang biasa dikenal hilang semua” πŸ˜€ πŸ˜€

    • Huahh.. Toss, sesama melankolis-sanguin πŸ˜€ Bener banget tuh, suasana hati cepet berubah drastis πŸ˜„ tapi kan gak bikin kita kehilangan sisi malaikat *wink

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s