20140510-223508.jpg

Aku pernah merasakan cinta

Sekali

Pada dia

yang menjadi penunjuk arah

saat aku tersesat

Meski kadang aku lelah

mencarinya saat sembunyi

 

 

Aku selalu percaya

Dia ada untukku

Aku hanya perlu bersabar

Menanti

 

Aku menapak tegar

Dan tanpa sadar

Telah terbiasa tanpanya

Ah,

Tunggu

Aku tak sekuat itu

 

Ada waktu aku melihat ke langit

Berharap ada senyum untukku

Menanti kekuatan dikirimkan

Mungkin sepatah kata

Atau seulas senyum

 

Saat itulah getir akan terasa

Rindu, membuatku sesak

Cinta, menabahkan aku

 

Apa pernah kau bertanya

Mengapa cinta terasa paradoks

Menguatkan, sekaligus melemahkan

 

Aku iya

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s