Cinta Pertama

Tadi malam saat saya sedang mencari acara TV yang bagus, tak sengaja menemukan Cinta Pertama sedang ditayangkan. Saya sudah beberapa kali menonton film ini, tapi tidak pernah dari awal. Biasanya, sekitar sekian menit sebelum ending.

Kemarin pun saya tidak menonton dari awal. Yah setidaknya, cukup awal untuk melihat adegan Abi ngomel abis baca diary Alia.

Sebenarnya cukup banyak hal yang membuat saya gemas selama menonton film ini. Film yang masih cukup jauh dari kata ‘bagus’. Cuma, lumayan lah untuk menghibur walau tetap ada beberapa bagian yang menurut saya mengganggu dan nyebelin.

Contohnya, saat Sunny minta ijin buat jenguk Alia. Aduh, kalau saya jadi istrinya sih udah saya suruh pergi dan tak kembali. Diminta janji supaya gak terjebak masa lalu, malah diem aja. Gemes banget! *bawa pentung Sally

Saya juga merasa bahwa sutradara film ini mungkin tipe melankolis. Seneng banget sama daun berguguran, hujan, soalnya sering banget terjadi di film ini. Terlalu banyak adegan dramatis yang gak penting, menurut saya.

Ada kalimat yang saya suka, diucapkan oleh Rena, teman baik Alia di film ini:Ā 

“Sekarang lo gak boleh nangis, karena suatu hari nanti lo akan terbangun dan lupain dia.”

Dan kalimat yang mungkin dimaksudkan agar romantis tapi ngeselin buat saya: “Dia memiliki aku di hari kemarin. Kamu memiliki aku di hari ini, besok dan seterusnya.” Diucapkan oleh Sunny ke istrinya setelah Alia meninggal.

Lah terus sini dapet sisa hatimu aja, gitu? *lempar pentung Sally

Anyway, sebenarnya saya gak berminat mengupas film Cinta Pertama lebih lanjut. Saya lebih tertarik untuk membahas lagu tema yang dinyanyikan oleh BCL.

Terus terang, lagu ini adalah salah satu lagu favorit saya. Easy listening, juga mengena buat saya.

Setiap kali mendengar lagu ini, saya selalu tersenyum. Terasa khas galau remaja.

Memendam perasaan sayang, bertanya-tanya apakah dia juga merasakan hal yang sama dan akhirnya terpisah tanpa sempat mengungkapkan. Padahal sama-sama merasa nyaman.

Lalu, kenapa tidak diungkapkan? Takut, mungkin jawaban yang akan paling sering muncul.

Takut kalau ternyata perasaan tersebut tak berbalas dan hubungan yang menyenangkan tersebut harus berakhir begitu saja. Padahal, kita tak pernah kehilangan apa yang sungguh milik kita.

Bisa jadi juga alasan lainnya adalah karena kita sendiri tidak yakin dengan perasaan kita. Bagaimana kalau ternyata kita hanya merasa nyaman, tak berharap lebih?

Apa pun alasannya, apa pun keputusan yang diambil, apa pun hasilnya, saya tetap merasa kisah cinta terpendam di masa sekolah adalah kenangan manis.

Huah, how I miss that day šŸ™‚

Saya punya ‘Sunny’, seorang yang mewarnai masa sekolah namun menghilang begitu saja setelahnya.

Beda dengan Alia di film Cinta Pertama, saya sendiri tidak yakin apakah saya benar-benar mencintainya. Yang saya tahu, saya merasa nyaman bersamanya. Saya sedih saat akhirnya berpisah. Dan meski terpisah, dia selalu ada dalam doa saya.

Mungkin, dia alasan lain saya tersenyum setiap mendengar lagu Cinta Pertama šŸ™‚

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s