Karena Cinta itu Merindu

Saya sudah menjalani hampir sebulan tanpa laptop di rumah. Atau lebih. Entahlah, saya tidak ingat jelas.

Bermula dari keinginan adik saya untuk membawa laptop Papa. Mama yang malah protes karena beliau butuh mengerjakan tugas dari tempat les. Saya pun menawarkan Mama memakai laptop saya, toh saat itu saya sedang tidak bersemangat menggunakan laptop.

Ya, saya sempat kehilangan semangat menulis dan membaca. Bisa jadi karena jenuh dan ingin mencoba hal yang baru.

Ini adalah periode terlama saya tidak menulis dan membaca buku. Biasanya biar jenuh, saya masih membaca beberapa halaman walau akhirnya menyerah. Kali ini, saya benar-benar hilang minat.

Dulu saya dan teman-teman pernah membahas, apakah mungkin kita merasa jenuh melakukan apa yang kita suka?

Ternyata bisa.

Hanya saja, atas nama cinta, kita akan selalu kembali lagi.

Saat kita sungguh cinta pada suatu hal, bukan berarti kita bisa menolak jenuh dengan mudah.

Namun, cinta itu merindu.

Saya masih saja beralasan kalau saya hanya ingin membaca buku yang ringan.

Saya hanya akan menulis di sela jam makan siang*semoga bos gak baca

Saya menyebut hanya akan membaca di waktu luang, yang berarti ‘hanya jika ada waktu’.

Intinya, walau rindu, saya masih egois dan gak mau usaha lebih.

Sampai akhirnya lewat percakapan random dengan teman, saya diingatkan bahwa menulis itu bisa dilakukan di mana saja asal memang ingin.

Saya lalu berpikir ulang. Kalau untuk melakukan apa yang disuka saja masih banyak alasan, gimana mencintai pasangan sepenuh hati?

Oke, perbandingannya agak maksa.

Maksud saya adalah, kalau kau memang cinta, maka kau merindu. Dan jika kau merindu, lakukanlah sesuatu agar rindumu tertuntaskan.

Ada yang percaya bahwa jarak adalah penguji cinta. Entah jarak yang bisa diukur atau yang tak terukur. Saya pun akhirnya percaya demikian.

Lewat rindu, saya disadarkan seberapa besar cinta yang saya punya.

Lewat rindu, saya belajar untuk melakukan apa saja demi cinta.

Lewat rindu, saya menemukan kembali diri saya yang sebelumnya terhilang.

Rindu itu tidak menyakitkan, tapi menyulitkan jika ditahan, apalagi disimpan sendiri.

Advertisements

4 thoughts on “Karena Cinta itu Merindu

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s