After Write-In

Salah satu program acara dari NaNoWriMo adalah mengadakan Write-In untuk setiap region. Hal ini bertujuan untuk membangun keakraban antar peserta, berbagi tips menulis dengan sesama peserta dan tentunya saling memberi semangat.

Judulnya sih write-in, bisa diplesetin jadi (atau memang plesetannya?) writing. Tapi, seperti kebanyakan acara kumpul lainnya, termasuk rapat panitia (ngaku, deh!), akhirnya memang lebih banyak acara ngobrol dan haha-hihi.

Sudah dua kali saya ikutan write-in komunitas NaNoWriMo region Indonesia, tepatnya Jakarta. Yang pertama di Plaza Senayan (9 Nov. 2014), kedua di Gandaria City (16 Nov. 2014)

Kalau peserta di write-in pertama cukup rame, sekitar sepuluh orang lebih, write-in kedua cenderung sepi. Saat saya datang, hanya tersisa enam orang termasuk saya. Tapi saya salah juga sih, datangnya terlambat. Super telat malah, jadi sudah ada yang pulang πŸ˜„

But however, it was fun! Gak peduli berapa banyak orang yang ikutan, saat kamu bertemu dengan orang dengan tujuan dan passion yang sama, selalu terasa menyenangkan, kan?

Write-in yang pertama saya datang, saya sibuk menulis untuk mengejar ketertinggalan saya. Kemarin, saya sudah terlalu malas untuk membuka laptop. Asyik juga mendengarkan pembahasan para WriMo lainnya.

Ada yang sedang sesi membaca tarot. Ada juga yang sharing soal pribadi, dan saya malah nimbrung di situ *poker face

Gak, saya gak nimbrung soal curhatan personal. Tapi saat ditanya apakah sedang merasakan hambatan dalam menulis, saya terus terang bilang iya.

Seperti yang saya sudah sebut dalam post Mengejar Kata, saya sedang keteteran banget mau menulis cerita saya. Awal bulan, saya cuma punya ide cerita dengan plot berantakan. Mengenaskan.

Sekarang, saya sudah punya plot yang well, lumayan rapi. *pasang muka polos biar gak ditanya lebih lanjut

Tetap saja, saya malah merasa semakin mandek dalam menulis. Terasa bising di otak tapi tidak bisa tersalurkan dengan baik.

Mungkin saya butuh istirahat. Mungkin saya butuh jeda. Mungkin saya butuh hiburan.

Cuma, gimana caranya coba bisa dapet itu semua dalam waktu yang cepat secara saya butuh waktu kurang dari 2 minggu untuk mengejar penggenapan 50.000 kata?

Saya gak punya waktu buat jalan-jalan, meski sangat ingin. Kangen pergi ke Lembang, atau malah sekalian ke Semarang, bahkan Bali! >,<

Lalu saya seolah disadarkan bahwa jeda, istirahat, hiburan bukan selalu berarti jalan-jalan ke tempat lain, di luar rutinitas.

Kau hanya perlu berkumpul bersama orang yang memiliki impian sama denganmu. Berbicara dengan orang yang mendukung impianmu. Lalu tersenyumlah, karena kau akan mendapatkan energi yang kau butuhkan, bahkan lebih dari cukup πŸ™‚

Itu yang saya rasakan setelah dua kali ikut write-in. Mau sibuk menulis, buat saya rasanya oke saja. Saya pun melakukannya di write-in yang pertama. Mau ikut ngobrol, tentu saja menyenangkan, secara kita berbicara dengan sesama penulis.

Topik obrolannya di luar tulisan? Gak masalah, dong!Β Kita semua butuh hiburan, kan? Mana tahu juga pembahasan tersebut malah menginsipirasi kita untuk tulisan πŸ˜„

Saya gak bisa bilang kalau saya mendapatkan banyak tips menulis secara langsung dari para WriMo. Tapi berkumpul bersama mereka, sudah cukup membuat saya gembira.

Saya tidak berjuang sendiri dalam mengejar proyek yang sebenarnya bisa dibilang ‘high-intense’ ini.

Semoga saja, kami sama-sama menang di NaNoWriMo 2014 πŸ™‚

Cheers!

πŸ˜€

Advertisements

2 thoughts on “After Write-In

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s