To Be The Happy Me: Love My Blog(s)

Belum lama ini, saya mendapatkan notifikasi yang berisi ucapan selamat dari WordPress. Blog saya sudah berusia 5 tahun.

Ya, saya memang memulai blog ini tahun 2009. Beberapa post sudah saya hapus. Ada yang saya pindahkan ke blog tulisan, ada yang diubah menjadi private post, dan ada yang dilenyapkan.

Belakangan, saya mulai terlalu malas untuk menyortir post lama. Biarlah apa yang sudah saya ucapkan di blog ini tetap seperti apa adanya.

Sebenarnya menarik sekaligus memalukan kalau membaca postingan lama. Apalagi yang berbahasa Inggris dan saat saya masih alay tingkat tinggi.

Iya, sampai sekarang juga saya masih ada sisa kealayan yang tidak terbantahkan. Coba saja bayangkan gimana gaya bicara saya saat tingkat kealayan saya sedang di puncak. *hening sejenak

Tetap saja saya bangga dengan setiap yang sudah saya tulis. Tidak jarang juga saya terkejut saat membaca tulisan lama. “Ini seriusan saya yang buat? Lagi kesambet apa saya sampe bisa nulis kayak gitu?”

Yaah..lebih sering terpana dengan tulisan saya lalu geleng-geleng, sih. “Kenapa waktu itu alay banget, sih?” *poker face.

Seiring berjalannya waktu, saya juga terus berusaha membuat inovasi baru sebagai blogger. Saya mulai membuat blog buku dan blog tulisan. Blog yang lebih spesifik, sesuai dengan minat saya.

Banyak yang bingung, kenapa harus pakai blog buku dan blog tulisan? Bukankah sudah ada website yang bisa jadi platform untuk kedua topik tersebut?

Pertama, untuk blog buku, saya tergabung dengan Blogger Buku Indonesia. Jika sebelumnya saya tidak tahu apa yang saya paling suka, saya lalu seolah tersadarkan bahwa saya sangat cinta buku. Jadilah saya membuat blog buku.

Terus terang, memang blog buku saya cenderung lebih aktif daripada blog tulisan, bahkan blog personal saya ini.

Ada aturan dari BBI untuk selalu update minimal 3 bulan sekali, dan tentu harus ada postingan berupa review buku. Namanya juga blogger buku.

Apakah saya merasa terbebani dengan ketentuan tersebut?

Jujur, saya cukup sering merasa tertekan dengan aturan tersebut. Meski demikian, saya terus teringat bahwa saya sangat suka membaca dan membagi apa yang sedang baca dengan orang lain.

Lagipula sisi positifnya adalah saya terpacu untuk rajin blogging dan baca buku. Jadi, saya terus berusaha agar rajin menulis untuk blog buku.

Kemudian, blog tulisan. Ya, memang blog yang satu ini sangatlah sepi *krik krik

Kenapa saya mempertahankan blog tersebut? Karena saya senang ikut beberapa lomba cerita pendek atau flash fiction yang mengharuskan post di blog.

Awal saya membuat blog tersebut memang untuk memisahkan antara cerita yang saya buat dengan sharing saya soal kehidupan sehari-hari.

Biar gak ketauan banget  gak dianggap apa yang saya tulis adalah kisah nyata. Soalnya, saya memang senang sekali menulis cerita dari sudut pandang orang pertama. Saya tidak mau saja pembaca salah mengerti *padahal yang baca juga cuma segelintir *usek-usek tanah

Nah, berhubung saya sudah punya dua blog yang cukup spesifik (dan juga tumblr yang, ah..sudahlah), saya harus mengakui bahwa blog personal saya sangatlah random. Gak jelas maunya apa.

Saya berusaha agar lebih spesifik dengan membagi tulisan sesuai kategori. Yang ternyata agak percuma karena sering kali tulisan saya soal itu-itu saja 😄

Saya juga berusaha menemukan apa sih yang paling ingin saya sampaikan. Saya berpikir keras, apa ‘citra’ yang ingin saya tunjukkan kepada pembaca blog saya?

Lalu saya lelah sendiri.

Mungkin kalian penasaran, apa yang membuat saya mendadak kepikiran soal menemukan jati diri perblogan apaan sih.

Sebenarnya semua karena saya senang melihat posting dari blogger-blogger favorit saya. Saya melihat mereka semua punya sebuah ciri yang tidak terbantahkan, yang membuat orang senang dan selalu kembali ke blognya.

Tentu saja saya pun ingin memiliki efek seperti itu.

Maka, saya semakin rajin melihat-lihat postingan para blogger favorit saya. Termasuk saat beberapa dari mereka memberikan tips tentang nge-blog.

Rata-rata sih sama, ya. Memberitahu bahwa kita harus punya ciri khas. Tujuan khusus. Konsistensi. Tahu apa yang pembaca suka. Rajin blogwalking. Bangun networking. Update berita terkini. Mau belajar. Bla bla bla. *tiduran di atas laptop

Gak, saya gak berniat bilang bahwa semua tips tersebut useless atau membosankan.

Saat membaca hal-hal tersebut, saya merasa seolah diingatkan kembali alasan saya membuat blog.

Saya ingin menulis.

Period.

Tujuan awal dan utama saya bukanlah mencari ketenaran atau uang dari apa yang saya tulis. Jika pada akhirnya saya mendapatkan semua itu, maka itu akan saya anggap sebagai bonus yang sangat menyenangkan.

Tapi blog ini adalah blog pribadi saya. Diary virtual. Jurnal harian, yang saya ijinkan orang lain untuk baca.

Lagipula, saya sudah punya dua blog lain yang cukup spesifik. Kalau saya harus membatasi apa yang hendak saya tulis juga di blog ini, wah, wah, wah!

Saya ragu saya masih akan merasakan enaknya nge-blog.

Jadi, biarkanlah blog ini punya view yang jauh lebih sedikit daripada blog buku (padahal blog buku baru setahun berjalan, hiks! *curcol).

Saya tidak lagi berminat membuat blog ini menjadi lebih spesifik. Saya percaya, masih ada orang yang tertarik melihat berbagai random thing yang saya bahas di blog ini. Termasuk kamu, yang sedang membaca post ini 😛

Be happy, friends! All is well 🙂

Cheers!

♥ Zelie ♥

Advertisements

4 thoughts on “To Be The Happy Me: Love My Blog(s)

  1. sampai saat ini.. sayangnya niatan untuk kembali aktif ngeblog di blog pribadi masih belum balik lagi.. rasanya lagi kehilangan ‘motivasi’ padahal kadang berasa ada banyak yang pengen diomongin..

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s