Selamat Hari Guru Nasional

Buat yang sudah mengikuti blog ini dari lama atau yang rajin baca postingan lama dari saya (iya, kamu) pasti sudah tahu (bahkan mungkin bosan diingatkan terus) kalau saya sangat senang mengajar.

Pertama kali bekerja, saya bekerja di sekolah sebagai staff admin. Kemudian saya pindah kerja untuk mengejar cita, menjadi guru TK. Yup, spesifik. Saya memang senang mengajar anak kecil.

Hari ini, tanggal 25 November 2014, adalah hari guru nasional.

Timeline saya di pagi ini sudah dibanjiri dengan ucapan terima kasih untuk para guru. Senang rasanya bahwa apresiasi sudah muncul dari pagi hari. Artinya cukup banyak yang ingat.

Kalau pun teringat karena akun selebtwit atau akun populer, gak apa. Yang penting hari guru nasional tidak terlupakan 🙂

Saya, terus terang, baru tahu hari guru nasional dirayakan setiap tanggal 25 November belum lama ini.

Seingat saya waktu sekolah gak pernah disebut soal kapan perayaan hari guru nasional, deh. Atau saya saja yang lupa? 😐

Saya juga gak tahu sejarah kenapa dirayakan tiap tanggal 25 November. Mungkin bisa dicari via google, tapi saya masih terlalu ngantuk buat mencari tahu. Kalian cari tahu sendiri, ya *pasang ekspresi lugu sebelum ditabok

Berhubung saya lagi baik, saya kasih tau deh alasannya. Iya, saya labil. Masa kalian belum tahu?

Tanggal 25 Nov. 2014 diperingati sebagai hari ulang tahun PGRI alias…tahu dong kepanjangannya?

Kalau kalian gak tahu, coba tanya guru kalian. Kalau mereka juga gak tahu, kamu bisa search via google. Lalu anjurkanlah guru kalian untuk gabung. Kecuali guru kalian bule, ya. Itu sih suruh kontak saya aja *ditabok

Nah, sekilas tentang hari guru, sebenarnya ada juga hari guru internasional. Dirayakan tiap tanggal 5 Oktober.

Beberapa negara bahkan meliburkan sekolah saat perayaan hari guru nasionalnya. Kalau di Indonesia, beberapa (atau semua?) sekolah internasional biasanya membuat acara kecil-kecilan, tapi di event international teacher’s day. Mungkin supaya guru dari negara lain merasa disambut atau semacamnya.

Waktu saya menjadi guru TK (dan SD juga, saat itu), perayaan dilakukan secara kecil-kecilan.

Hanya perpanjangan waktu essambly* dari sekitar 30 menit menjadi 60 menit.

Tiap murid diminta untuk membawa bunga/cokelat. Untuk pertama kalinya dalam hidup, akhirnya saya mendapatkan bunga 😦

Tapi tentu saja bukan bunga atau cokelat yang bikin saya senang. Sebagai orang yang pernah mengajar, adalah sebuah kebahagiaan saat melihat murid berhasil menjadi lebih baik.

Saya sangat bahagia saat murid saya menyingkirkan tangan saya. “Mau nulis sendiri,” katanya, padahal sebelumnya saya sampai capek meminta dia menulis sendiri.

Ada rasa hangat yang selalu muncul saat mengingat masa-masa tersebut.

Di hari guru nasional ini, saya kembali rindu mengajar. Juga rindu pada orang-orang yang telah membuat saya ingin menjadi guru.

Selamat hari guru nasional. Semoga semakin banyak pengajar berdedikasi dan mampu menjadi panutan.

Cheers!
Zelie

*semacam upacara, tapi di tempat saya mengajar hanya berupa acara menyanyi bersama untuk semua kelas.

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s