Ikutan #KelasJakFM

IMG_2812.JPG

Foto di atas diambil tanggal 25 November 2014, setelah saya selesai mengikuti rangkaian kegiatan kelas Public Speaking di Jak FM.

Selain size foto yang besar sampai saya harus rescale berkali-kali, ternyata saya juga membesar ya 😐

Bermula dari keisengan saya daftar kelas tersebut saat melihat iklannya secara online. Kalau tidak salah ingat, saya lihat iklannya di official account Jak FM di Line.

Tanpa pikir panjang, saya langsung tertarik untuk mendaftar. Sebagai anak alay pendengar setia Jak FM, mana mungkin saya rela kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan penyiar kesukaan saya?

Saya perkirakan kalau saya akan mendapat kabar sebelum hari Senin. Berhubung sampai hari Sabtu, bahkan Minggu, saya tidak mendapat kabar, saya cuek saja. Saya anggap saya memang tidak terpilih. Hanya 20 orang yang bisa ikutan event tersebut.

Saat saya sedang mumet karena kerjaan di kantor di hari Senin nan mendung, tiba-tiba ada panggilan masuk ke telpon saya yang biasanya sepi. #bukancurhat #percayalah

Saya sepertinya familiar dengan nomor tersebut. Iya, saya memang eksis. Sudah dua kali saya ditelpon untuk diajak ngobrol. Pertama di siaran RoTi, kedua pas JoKi 3in1. Tapi sepertinya saat JoKi 3in1, saya diajak ngobrol Jodi dan Iwan. Lupa-lupa inget 😐

Yang jelas, keduanya menanyakan pendapat saya yang terkait dengan kecintaan saya pada buku. Padahal saya bukan nerd. Huft.

Singkat cerita, saya dihubungi oleh tim Jak FM, saya terpilih ikutan kelas tersebut.

Senang? Ya iyalah. Tapi sekaligus panik.

Bos saya punya ketentuan kalau kami harus mengajukan cuti setidaknya 2 hari sebelum hari-H. Kecuali urgent matter.

Nah, ini sih mendadak. Mendesak buat saya. Tapi kan buat kepentingan saya sendiri. Jadi saya super galau. Kira-kira dikasih gak ya, sama bos? 😦

Sempat kepikiran buat bolos aja. Tapi lalu saya pikir lagi. Kalau sampe ketahuan, bisa berabe banget. Saya belum pengin jadi pengangguran.

Kalau pun gak dipecat, tetap saja saya akan kehilangan kepercayaan bos. Gak enak banget dibayangin.

Jadilah, saya memutuskan untuk minta ijin. Gak dikasih, ya sudah memang saya belum beruntung.

Saya mengirim email pengajuan cuti dengan penuh kecemasan. Apalagi saya tahu kalau bos saya akan lama membalas email. Makin deg-degan 😦

Setiap kali ada email masuk, saya akan memanggil teman saya untuk mengecek. Takut ditolak dan saya sedih. Eh ternyata cuma informasi dari partnership kami πŸ˜„

Saat email yang saya tunggu tiba, ternyata bos saya memberi respon positif. Giranglah saya πŸ˜€

Terus, problem lain muncul. Saya disebutkan harus tiba di kantor Jak FM jam 7 pagi. Berarti saya harus berangkat pagi 😐

Enaknya sih, saya jadi bisa bawa mobil karena sebelum jam berlakunya 3 in 1. Tapi gak enaknya, saya harus mencari tahu rute ke sana. Gak bisa cuma ngandelin bus.

Jadilah… Saya… Nyasar… Lagi

Padahal saya sudah pakai bantuan aplikasi Waze, yang cukup sering membantu saya menemukan arah jalan pulang walau tetap menjadi butiran debu

Mana saya sudah deg-degan, sudah hampir jam 7. Takut terjebak 3 in 1. Untunglah, saya sampai tepat waktu.

Sempat kebingungan cari parkir, akhirnya saya mendapatkan tempat yang… yah, lumayan, lah. Cuma agak maksa, mentang-mentang mobilnya mungil dan unyu seperti saya.

Tapi saya gak protes sih, soalnya buru-buru, takut terlambat.

Sampai di kantor Jak FM, saya kebingungan karena gak ada spanduk yang menyambut saya atau setidaknya karpet merah. Saya jadi berasa salah tempat atau waktu. Hm!

Saya tetap masuk sambil celingukan. Eh masih sepi. Ada beberapa orang yang sedang duduk sambil main gadget. Kayaknya mereka dalam misi yang sama seperti saya.

Saya pun mengambil posisi yang sebenarnya gak gitu nyaman, meja di depan ruangan siaran Jak FM. FYI, ruang siaran mereka seperti rumah kaca. Orang dari luar bisa melihat mereka, apalagi saya.

Tapi udah terlanjur, ya sudah. Mau ganti posisi pun sudah malas. Mata saya masih sepet dan saya asyik scroll timeline twitter.

Eh iya, 25 Nov. 2014 kan hari guru. Eh iya, kan diundang ke acara ini dalam rangka hari guru nasional. Gimana sih, Zel? *self keplak

Saya memutuskan untuk menulis tentang hari guru nasional. Biar produktif sedikit. Mengurangi debu di blog.

Biar keliatan sibuk juga, karena jujur saya sedikit waspada. Apa kelas memang belum dimulai atau saya yang telat lalu ditinggalkan begitu saja? 😐

Untunglah tak lama kami disapa oleh Jodi dan Vecky, penyiar untuk program Joki 3in1 yang siaran setiap jam 4 sore-8 malam.

Kami pun diajak berkeliling ke studio Jak FM, menyapa Ronal-Tike alias RoTi yang sedang siaran untuk program Sarapan Seru (siaran jam 6-10 pagi).

Saya yang biasanya banci tampil, kali ini meredup sinarnya karena terlalu bersemangat.

…dan ngantuk juga sih, sebenarnya 😐

Bukan karena acaranya membosankan, ya. Saya memang kurang tidur dan sedang kurang enak badan, tapi gak mau kelewatan acara ini. Jadilah saya sedikit pendiam *gak ada yang percaya kan?

Balik ke acara, setelah keliling studio, kami masuk ke sebuah ruangan yang telah diatur supaya bisa menampung sekitar 20 peserta.

Vecky lalu mulai membagikan cerita soal apa saja yang harus kita punya untuk menjadi seorang public speaker yang baik.

Tiap orang, menurut Vecky, akan punya formula yang berbeda. Khusus untuk kamu yang pengin jadi penyiar, Vecky punya satu saran yang oke banget.

Melamarlah menjadi penyiar.

Terdengar mudah dan remeh, tapi benar, kan?

Gimana mau jadi penyiar, kalau kita cuma sibuk mimpi tapi gak melakukan apa-apa?

Saya pun, meski ingin menjadi penyiar, belum pernah secara resmi melamar ke radio. Saya hanya melamar ikutan kelas penyiar, 2 batch gagal terus *usek-usek tanah

Kalau membaca “wejangan” dari penyelenggara kelas penyiar, yang terpilih adalah orang dengan pribadi yang menarik, unik dan semacamnya.

Jadi. Saya. Gak. Menarik.

Okay, saya terlalu mudah teralihkan.

Setelah Vecky share tentang apa saja yang perlu kita lakukan sebagai modal menjadi good public speaker, ada juga sesi latihan pemanasan oleh Mya, Jody dan Tike.

Program Director Jak FM, Taufik, juga sempat mampir dan berbagi cerita bersama kami.

Oh ya, saya juga sempat hampir melonjak kaget saat Ronal-Tike mendadak muncul saat saya sedang asyik mendengarkan sharing Vecky.

Kagetnya karena suara menggelegar Ronal, sih. Live, literally. Di tengah keheningan. Jadilah saya kaget :O

Sebagai penutup acara, kami diberikan tantangan. Melakukan opening atau..semacam itulah, untuk sebuah acara yang kami rancang sendiri.

Kalau biasanya saya pilih maju paling pertama biar gak nervous, kali ini saya malah tidak tertarik untuk melakukannya. Sepertinya saya sudah semakin dewasa, semakin tahu malu 😐

Pemenang tantangan kali ini berkesempatan untuk siaran bareng Jodi dan Vecky. Dan yaa, betul, saya gak menang.

Gak mungkin saya gak sombong dari awal post atau di twitter kalau saya menang πŸ˜„

Saya mendapatkan berbagai pelajaran dan juga pengalaman seru dari kelas yang sebenarnya berdurasi cukup singkat, menurut saya.

Buat saya, para penyiar dan tim Jak FM sangatlah ramah dan menyenangkan. Oh ya, kalau kalian mampir ke website Jak FM dan lihat foto Vecky, jangan dipercaya. Dia sudah lebih kurus daripada itu, lihat saja foto di atas πŸ˜›

Senang sekali bisa ikutan acara seru ini. Senang juga bisa ketemu orang-orang dengan passion yang sama.

Semoga saja saya bisa segera mempraktekkan setiap ilmu yang sudah dibagikan hari ini πŸ˜‰

 

Cheers!

Zelie β™₯

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s