#TantanganMenulis – Age-otori

Beberapa orang menganggap bahwa rambut adalah mahkota bagi wanita. Padahal, bukan cuma wanita yang merasa seperti itu. Banyak juga pria yang sangat memperhatikan rambutnya.

Walau saya kadang tak mengerti, apa yang bisa divariasikan dari rambut yang hanya sejumput? *ditendang

Saya merasa begitu karena saya sendiri sering merasa bingung saat hendak mengubah penampilan. Katanya, cara paling gampang adalah dengan mengubah potongan rambut.

Ada benarnya. Karena, kalau potongan rambut kita salah, susah untuk tetap tampil percaya diri.

Apa kalian pernah merasa seperti itu? Saya pernah.

Sebenarnya bukti foto itu ada di buku tahunan saya, waktu kelas 6 SD. Tapi saya tidak lagi punya karena sudah terkena banjir, hiks.

Yang pasti, saya ingat banget kalau di buku itu, rambut saya gak banget.

Jadi rambut saya baru dipangkas oleh salah satu suster(biarawati Katolik, bukan perawat) yang bertugas di asrama. Dia gemas karena melihat rambut saya yang sering berantakan, tak terurus.

Sebelum itu saya memang punya rambut dengan panjang lebih dari sebahu tapi sangat malas menyisirnya. Saya pasrah saja saat disuruh potong.

Reaksi orang lain saat melihat potongan rambut saya, “Kayak Hua Ce Lei, Zel.” *lalu yang baca langsung sibuk mengingat Hua Ce Lei itu keluaran tahun berapa

Sebenarnya saya tidak terlalu terganggu dengan julukan tersebut. Sampai kemudian tiba waktunya untuk foto di sekolah. Foto buku tahunan sekaligus foto untuk kartu ujian dan ijazah. Eh, atau cuma untuk buku tahunan, ya?

Pokoknya saya ingat hari itu adalah jadwal pelajaran olahraga di kelas saya, kelas VIB. Kalau tidak salah ingat, saat saya masih asyik lari-lari, saya dipanggil untuk foto. Guru saya memang menyebut saya berantakan banget. Lalu dia membantu saya merapikan rambut sebentar.

Saya pasrah saja, percaya kalau guru saya tahu yang terbaik. Saya pun gak berusaha untuk cek ke kaca atau sebagainya.

Saat fotonya saya lihat, saya pun tercengang tapi akhirnya terkikik. Kalau kalian tahu dan ingat dengan Cecep yang dulu iconic banget buat penggemar sinetron, nah. Kurang lebih rambut saya seperti itu di foto buku tahunan SD.

Entah siapa yang salah. Suster yang memotong rambut. Guru yang merapikan rambut. Atau saya, yang punya rambut.

Yang jelas, sejak saat itu, sebelum foto (apalagi untuk kepentingan resmi) saya selalu mengecek penampakan saya dulu. Setidaknya, memastikan rambut saya ada di posisi normal.

Kalau kamu, apa pernah punya pengalaman menarik setelah potong rambut? πŸ˜„

Love,

Zelie β™₯

IMG_3613-0

β€” ditulis untuk #TantanganMenulis | Tema: Age-otori

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s