Pasar Laris, (Bukan) Pasar Biasa

Saya bukanlah orang yang senang ke pasar. Ralat, saya memang tidak suka ke tempat yang ramai. Entah itu mal, pasar, konser musik (selain klasik), pokoknya saya tidak suka tempat yang ramai.

Meski demikian, saya suka sekali tempat terbuka yang bisa untuk santai seperti RPTRA yang sedang terus dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta.

Saat ini, saya tidak lagi hendak membahas lebih lanjut tentang RPTRA. Saya mau membahas sebuah pasar yang tak jauh dari rumah saya.

Pasar ini mungkin tidak banyak dikenal oleh banyak warga Jakarta, tapi jangan salah. Pasar ini tidak pernah saya temukan dalam keadaan sepi di pagi hari.

Yang serunya, biasanya pasar yang penuh dengan kendaraan parkir ternyata di dalamnya sepi. Tidak demikian dengan Pasar Laris. Sering juga di luar tidak begitu banyak yang parkir, di dalam pasar ramainya seampun-ampun.

Apa yang membedakan Pasar Laris dari pasar yang lain?

Saya sendiri kurang mengerti šŸ˜

Meski demikian, beberapa hal baik yang saya temukan di Pasar Laris adalah:

  • Pasar segar yang selalu bersih.

Beberapa kali saya pergi ke sana, kebersihannya selalu terjaga. Petugas kebersihan selalu siap siaga untuk membersihkan sampah. Tempat sampah juga mudah ditemukan di pasar.

  • Makanan jadi yang beragam

Favorit saya kalau pergi ke Pasar Laris adalah susu kacang, kembang tahu, cakue dan pisang goreng. Duh, nulisnya aja saya jadi laper >_<

  • Tempat parkir yang luas

Gak heran kalau banyak yang senang mampir ke pasar ini karena punya tempat parkir yang luas, plusss… tarif parkir flat sehingga gak bikin boros. Tapi, walau parkirnya luas, masih banyak yang parkir di luar karena sudah penuh. Eh, karena penuh atau gak mau bayar parkir ya? šŸ˜„

  • One-stop shopping

Ini konsepnya udah kayak mal, ya. Di sini banyak yang jualan makanan, sayur, bahan untuk masak, peralatan masak, baju, tupperware, sampai DVD. Ada juga toko susu, perabot rumah tangga, wallpaper, mainan anak. Pokoknya lengkap, deh!

Selain hal-hal di atas, saya menilai ‘keramaian’ di Pasar Laris didukung juga oleh masyarakat sekitar rumah saya yang memang cukup tinggi dalam berkomunitas.

Sering saya temukan gerombolan ibu-ibu yang berbelanja bareng atau sekadar makan. Saya sendiri beberapa kali pergi bersama keluarga ke sana untuk makan mie.

Kalau kamu, apa kamu pernah ke pasar di dekat rumahmu? Atau mungkin, ada pasar favorit? *halah

 

Love,

Zelie

PS: foto menyusul ya šŸ˜„

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s