Sama tapi Beda

Semua hal selalu bergantung pada perspektif kita. Apakah hal itu baik, buruk atau tak memiliki pengaruh buatmu – semua tergantung pada caramu memandangnya.

Perspektif seseorang tidaklah dibentuk secara instan. Ada proses panjang yang menjadikan kita sebagaimana diri kita sekarang.

Suatu kejadian yang persis sama bisa dialami oleh orang yang berbeda tapi memberi efek yang lain. Bahkan kejadian yang secara bersamaan dialami oleh orang yang berbeda pun tidak memberikan dampak yang sama.

Mengapa? Perspektif yang berbeda.

Seorang anak yang dibiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya akan merasa aneh melihat orang yang membuang sampah sembarangan. Orang lain belum tentu merasa demikian. Membuang sampah secara sembarangan tidak dirasa aneh di berbagai tempat.

Itu hanya contoh kecil.

Saat ini saya mau berbicara tentang bagaimana kita melihat hidup. 

Ada yang merasa bahwa hidupnya datar, padahal buat orang lain hidupnya sangatlah berbahagia. Ada yang merasa hidupnya berkecukupan sedangkan orang lain melihat hidupnya prihatin.

Belum lama ini saya terlibat perdebatan dengan seorang teman. Saya merasa dia terlalu pasrah dengan keadaan dan tidak berani mengejar kebahagiaannya sendiri. Sementara ia merasa apa yang dilakukan sudah benar.

Dia bilang bahwa saya tak mengerti situasi dia padahal menurut saya, saya sangat mengerti.

Saya pernah dalam masalah yang sama dengan dia dan saya berani melangkah maju. Mengapa dia tidak bisa? Hal tersebut terus saya ulang dan akhirnya hubungan kami merenggang.

Yang saya lupa adalah, setiap orang punya pemikiran sendiri.

Saya lupa bagaimana saya merasa jengkel saat orang lain sibuk memaksakan pemikirannya. Padahal, saya tentu punya pemikiran dan pertimbangan sendiri.

Saya percaya bahwa tidak ada hal yang mutlak dalam kehidupan.

Kita bisa salah menilai sesuaty. Kita bisa (dan harusnya) benar mengambil keputusan.

Yang pasti, jangan pernah membiarkan perspektif kita menghancurkan hubungan dengan orang lain.

Tiap orang punya pengalaman, pemikiran, latar belakang, pemahaman dan pengertian sendiri.

Tugas kita bukanlah menyamakan setiap orang dengan diri kita. Pun tidak menyamakan diri kita dengan orang lain.

Jadilah benar, tapi jangan menyalahkan orang lain.
Much love,

Zelie

Advertisements

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s