All is Well

Hello friends 🙂

Sudah hampir dua bulan saya dalam sebuah pergumulan yang sebenarnya sederhana: terus menulis di blog ini atau tidak.

Kenapa?

Karena saya mulai meragukan motivasi saya menulis blog.

Dulu saya menulis karena saya ingin mencurahkan perasaan saya. Mengabadikan kenangan yang ada dalam pikiran saya. Agar saya terus belajar dari setiap hal yang saya katakan, rasakan atau alami di saat menulis hal tersebut.

Belakangan, saya semakin giat menulis karena seringkali saya kesal dan marah namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Saya merasa nyaman saat menulis karena ini seperti devosi buat saya. Terkadang, beban yang ada di dalam hati muncul karena tidak tersalurkan. Jadi, saya merasakan sendiri bagaimana menulis membuat saya bisa lebih tenang dan akhirnya menemukan jalan keluar yang tepat.

Saat menulis, tak jarang saya mendapatkan pencerahan sehingga saya pun bisa membagikan hal yang positif sebagai konklusi. Sering juga saya hanya bisa menuliskan apa yang saya rasakan. Tak ada jalan keluar. Hanya luapan perasaan.

Pertanyaannya, untuk apa saya membagikannya?

Apa sebaiknya saya menulis diary saja, supaya tidak ada yang membacanya?

Apa untungnya bagi orang lain jika membaca tulisan saya?

Apakah saya harus menyortir tulisan saya, memilih apa yang harus saya bagikan sehingga blog saya memiliki tema tertentu, bukan sekadar pengalaman dan pendapat pribadi?

Sekian bulan pertanyaan-pertanyaan tersebut terus mengganggu saya sehingga akhirnya saya memutuskan untuk mengunci blog saya. Saya butuh waktu untuk berpikir. Haruskah saya mempertahankan blog ini?


LoveYourself

source: click image

Semuanya kembali pada diri kita sendiri. Dalam hal ini, semua kembali pada keputusan saya.

Saya bisa saja mengubah konsep blog ini. Saya bisa saja berhenti menulis. Atau, saya bisa saja mengabaikan semua hal yang mengganggu saya dan terus menulis.

Sampai sejauh ini, saya belum bisa mengambil keputusan yang benar-benar bulat selain saya belum ingin berhenti menulis.

Mungkin suatu saat nanti saya akan menemukan tema khusus yang pas untuk blog saya. Mungkin juga saya malah yakin kalau saya gak butuh tema khusus untuk blog saya. Atau saya malah yakin untuk berhenti menulis blog.

Selagi itu, semoga saya terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik dalam segala hal yang saya lakukan. Semoga dengan itu, saya semakin yakin dengan apa yang akan lakukan selanjutnya.

Kalau kamu, apakah kamu pernah merasakan kegalauan yang kurang lebih sama dengan saya?

Apa kamu pernah merasa apa yang sedang kamu lakukan tidak sesuai dengan ekspetasi awal? Atau mungkin kamu merasa stagnan?

Please don’t hesitate to share with me 🙂

Have a good day, friends!

 

Much love,

Zelie

Advertisements

2 thoughts on “All is Well

  1. Dl punya blog konsepnya hanya ingin berbagi dan melepaskan beban hidup namun ketika ramai2 blog ya buat cari uang. Mulailah mencoba utk berkonsep dan bertema lbh spesifik bahkan beli domain sewa hosting. Namun ternyata itu hanya keinginan sesaat. Tujuan saya menulis bukan itu. Ada yg baca tulisan saya terima kasih, tidak juga tidak mengapa; ada yg follow senang, tdk ada jg tidak apa-apa.
    Akhirnya ya saya kembali lagi sy menulis utk diri sendiri, utk kesehatan jasmani rohani. Ada waktu nulis, tidak ada waktu ya nyantai saja.

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s