Tentang Bersyukur

Bersyukur adalah satu hal yang mudah diucapkan sebagai nasihat, motivasi, atau doa. Sayangnya, bersyukur juga satu hal yang sulit dilakukan secara nyata.

Saya percaya bahwa bahagia adalah pilihan dan bahwa bahagia adalah suatu bentuk ucapan syukur.

Meski begitu, sama seperti kebanyakan orang lain, saya pun sering bertanya, kapan harus bersyukur?

Tentu saja jawabannya adalah kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apapun.

Seperti yang saya sebutkan di atas, tidak mudah dilaksanakan. Tapi bukan berarti mustahil. Untuk membuktikannya, saya akan memulainya sekarang.

Saya bersyukur karena saya masih hidup sampai dengan saat ini. Sampai detik saya mengetik post ini, saya masih bisa bernapas. Jantung saya berfungsi dengan baik. Saya masih bisa merasakan tekstur keyboard saya. Saya masih bisa membaca tulisan di monitor. Saya masih bisa mendengar suara jari-jari saya memencet keyboard.

Beberapa hari lalu saya menonton film Me Before You yang bercerita tentang Will, seorang yang lumpuh karena kecelakaan lalu lintas. Salah satu efek dari menonton film tersebut adalah saya bersyukur bahwa saya bisa menikmati hidup. Saya pun memiliki keterbatasan, tapi saya sehat dan bisa menggerakkan seluruh tubuh saya.

Suatu hal yang terkadang kita anggap sepele. Take it for granted.

Saya ingat saat pergi ke Ambarawa beberapa tahun yang silam. Saya yang baru saja pemulihan dari sakit, merasakan betul nikmatnya udara segar di sana. Selama di sana, saya tak henti-hentinya mengucap syukur untuk udara segar.

Saat itu, saya bersyukur sempat sakit. Kalau tidak sempat sakit, mungkin saya tidak akan sadar betapa beruntungnya saya.

Pertanyaannya, apakah memang harus begitu adanya?

Apa kita harus mengalami kehilangan, kesakitan, penderitaan, atau kesusahan, baru kita mau menghargai dan bersyukur dengan apa yang kita punya?

Mengapa kita tidak mulai mengucap syukur dengan segala berkat yang kita punya, sekarang?

Setiap kali hendak mengeluh, saya selalu diingatkan. Baik itu oleh orangtua, saudara, teman, atau bahkan dari diri saya sendiri lewat pengalaman di masa lalu. Bahwa berkat selalu tersedia bagi kita.

Hanya saja, apakah kita melihat berkat tersebut?

Mengucap syukurlah, maka berkat yang tersedia untuk kita pun akan terlihat.

Seperti doa yang dapat mengubah segala sesuatu, bersyukur pun dapat memberikan pengharapan baru dalam hidup kita.

Semoga kamu pun merasa demikian.

 

Much love,

Zelie

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Bersyukur

  1. Pingback: Hak untuk Bahagia | Zelie

Share your thoughts with me :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s