Siapa yang Harus Kita Dengar?

Di era informasi yang cepat ini, tingkat toleransi antar manusia dituntut untuk meningkat tajam. Isu rasial, keagamaan, dan juga kemanusiaan, begitu cepat menjadi perbincangan hangat dan memicu perdebatan yang sengit.

Tentu saja hal tersebut tergolong wajar karena sebenarnya isu-isu di atas adalah isu sensitif, karena berhubungan juga dengan prinsip hidup seseorang.

Ada yang tidak masalah saat rasnya disinggung, malah ikut tertawa dengan guyonan yang dilontarkan. Ada yang sangat peka terhadap apa yang dikatakan orang lain tentang keyakinannya sehingga menjadi reaktif. Ada juga yang mati-matian berjuang untuk HAM sehingga akhirnya mengabaikan aspek-aspek lain yang akan terkena dampaknya.

Lalu, bagaimana hal tersebut mempengaruhi kehidupan kita?

Continue reading

Mencoba Menjadi Youtuber

Halo semuanya!

Sudah cukup lama dari terakhir kali saya tulis post di blog. Sebenarnya sudah ada beberapa draft post, tapi entah kenapa terlalu malas untuk dilanjutkan *heh

Terima kasih buat kalian yang masih rajin memantau blog saya yang lebih sering absennya ini. Semoga kalian tetap senang baca tulisan saya, ya! *peluk sayang

Kali ini saya akan bercerita tentang proyek terbaru yang sedang saya jalankan. Yup, saya lagi menjajal jadi youtuber 😀

Continue reading

Tentang Bersyukur

Bersyukur adalah satu hal yang mudah diucapkan sebagai nasihat, motivasi, atau doa. Sayangnya, bersyukur juga satu hal yang sulit dilakukan secara nyata.

Saya percaya bahwa bahagia adalah pilihan dan bahwa bahagia adalah suatu bentuk ucapan syukur.

Meski begitu, sama seperti kebanyakan orang lain, saya pun sering bertanya, kapan harus bersyukur?

Continue reading

#Playlist – Hari Tanpamu

 

Dulu, saya sempat bingung mengapa seorang penulis membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan novel. Sampai akhirnya, saya sendiri mengalami proses yang sama.

Tadinya, saya pikir itu terjadi karena tindakan menunda alias procrastinate. Ternyata, gak juga, sih. Memang menunda itu memperlambat proses, tapi faktor terbesar adalah keinginan menulis sesuatu yang memiliki makna bagi orang lain.

Cerita yang kami tulis, kami dambakan menjadi sesuatu yang mengena bagi orang lain. Ide cerita yang kami punya terasa begitu spesial sehingga kami pun berharap pembaca bisa mengertinya. Kami sangat berharap pembaca bisa melihat cerita itu, seperti kami melihatnya.

Saya percaya bukan ketenaran yang menjadi tujuan akhir, tapi agar pesan yang kami sampaikan bisa diterima dengan baik.

Continue reading

Movie Talk: Suicide Squad

suicidesquad

Saya sudah membahas pengalaman pre-premiere alias pre-screening alias nonton duluan daripada kebanyakan orang (read: Nonton Premiere Suicide Squad). Sekarang bahas soal nontonnya, ya.

Sebelum film dimulai, seperti biasa ada trailer film-film lain. Lalu ada video clip soundtrack Suicide Squad, Heathens – Twentyone Pilot. Serius deh, meski film belum mulai, saya langsung berasa ini lagu cocok banget. Dan maafkan saya yang suka kuper, saya baru denger lagu ini ya di studio kemarin itu.

Buat kamu yang sama aja kupernya, atau penasaran, atau pengin denger lagi, nih saya kasih link buat dengerin lagunya.

Heathens – Youtube

Cuplikan lirik biar dapet feel-nya:

“All my friends are heathens take it slow

Wait for them to ask you who you know

Please don’t make any sudden moves

You don’t know the half of the abuse”

Film dimulai dengan pengenalan para personel Suicide Squad, dilengkapi dengan flashback singkat untuk masing-masing karakter. Jadi sebenarnya Suicide Squad ini dibentuk untuk mencegah the next Superman yang ditakuti gak baik kayak pendahulunya. Pemrakarsanya adalah Amanda Waller, seorang pemimpin agen rahasia.

Meski mendapat tentangan, Amanda percaya banget kalau dia bisa membentuk tim dari para kriminal. Rahasianya? Dia memiliki hati Enchantress dan juga Rick Flag, yang nantinya bakal jadi kapten dari tim khusus ini.

Ternyata eh ternyata, muncul kejadian tidak terduga yang membuat tim khusus ini harus beraksi cepat. Biar seru, ditonton aja filmnya, ya.

Saya sempat intip beberapa review yang sudah muncul, dan kebanyakan memberi komentar negatif. Padahal buat saya, film ini tergolong bagus, kok.

Mungkin karena saya bukanlah fans berat dari komiknya, atau karena ini pengalaman pertama saya nonton film yang berhubungan dengan Batman. Iya, serius. Jangan timpuk saya, ya.

Jadi saya merasa gak ada masalah yang berarti dengan plot, karakter tokoh, dan semacamnya. Meski harus saya akui, saya agak bosen pas nonton bagian-bagian awal. Tadi kan saya bilang ya kalau ada flashback para karakter, itu tuh yang bikin bosen. Rada panjang juga dan karakternya kan banyak. Ada faktor capek dan sakit mata juga sih, karena kami kebagian duduk di bagian kedua dari depan. Jadi matanya musti nyipit gak jelas gitu pas baca introduction text yang cepet.

Karakter yang saya suka di film ini, Deadshot! Selain karena saya secara kebetulan berpose ala Deadshot di foto, saya suka banget sama kemampuan dia. Gak pernah meleset lho tembakan dia.

Salah satu adegan favorit saya adalah ketika Amanda Waller meminta Deadshot membuktikan kemampuan menembaknya. Jadi dia dibawa ke lapangan tembak gitu, ada beberapa sasaran tembak. Di atas meja udah ada sekian banyak senapan.

Asumsi sotoy saya, dia pakai semua senapannya. Yang jelas, dia tembak setiap sasaran tembak di tempat yang sama berkali-kali. Segitu akuratnya. Hm.

Saya juga suka sama Killer Crocs. He’s so cute! 😄

Jadi ada salah satu adegan di mana Harley Quinn bilang kalau mereka itu memang looks ugly from the outside, but beautiful inside. Killer Crocs langsung nyamber, “I’m not ugly.” Terus dijawab, “Of course you’re not.” Ketawa kesenengan deh si Killer Crocs. Hahaha.

Oh iya, awalnya saya kira Harley Quinn itu mantan pacar Joker. Ternyata masih, dong. Masih pacaran mereka. Dan gaya pacarannya tuh emang psycho. Still, cute banget panggilannya, “Puddin~”

Now, let’s rate the movie!

+1 for Deadshot’s and Diablo’s skill, +1 for Killer Crocs’ cuteness, +1 for Rick Flag’s handsome face and his love to me his girlfriend, +1 for Harley Quinn craziness. But, I’m not really impressed with Katana, Slipknot, Boomerang, and Amanda Waller. So, let me reduce the points.

Final rate: 3.5/5

It’s taken me some time, but I finally have them. The worst of the worst.