Pindahan Lagi

Tak terasa, kita sudah memasuki tahun kedua di tahun 2017.

Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam kehidupan saya, termasuk rumah. Entah itu rumah dalam arti sesungguhnya atau rumah di dunia maya.

Saya akan cerita sedikit soal rumah di dunia maya. Tahun 2015, saya nekat beli domain untuk blog buku. Alasannya biar makin rajin nulis. Lalu tahun 2016, saya makin nekat dengan milih self-hosting.

Setelah kecewa dengan pelayanan di tempat saya berlangganan, akhirnya saya memutuskan menggunakan jasa WP secara langsung.

Jadilah domain saya berubah-ubah karena kelabilan dan ketidaksabaran saya. Awalnya book-admirer, lalu bookadmirer, dan sekarang jadi zpetronella.com

Mungkin lain kali saya akan cerita lebih jelas lagi kenapa bisa cerita seperti itu.

Nah, seperti yang saya bilang, selain rumah di dunia maya, saya juga masih dalam suasana baru pindah rumah yang sungguhan.

Continue reading

To Be The Happy Me: Love My Blog(s)

Belum lama ini, saya mendapatkan notifikasi yang berisi ucapan selamat dari WordPress. Blog saya sudah berusia 5 tahun.

Ya, saya memang memulai blog ini tahun 2009. Beberapa post sudah saya hapus. Ada yang saya pindahkan ke blog tulisan, ada yang diubah menjadi private post, dan ada yang dilenyapkan.

Belakangan, saya mulai terlalu malas untuk menyortir post lama. Biarlah apa yang sudah saya ucapkan di blog ini tetap seperti apa adanya.

Sebenarnya menarik sekaligus memalukan kalau membaca postingan lama. Apalagi yang berbahasa Inggris dan saat saya masih alay tingkat tinggi.

Iya, sampai sekarang juga saya masih ada sisa kealayan yang tidak terbantahkan. Coba saja bayangkan gimana gaya bicara saya saat tingkat kealayan saya sedang di puncak. *hening sejenak

Tetap saja saya bangga dengan setiap yang sudah saya tulis. Tidak jarang juga saya terkejut saat membaca tulisan lama. “Ini seriusan saya yang buat? Lagi kesambet apa saya sampe bisa nulis kayak gitu?”

Yaah..lebih sering terpana dengan tulisan saya lalu geleng-geleng, sih. “Kenapa waktu itu alay banget, sih?” *poker face.

Seiring berjalannya waktu, saya juga terus berusaha membuat inovasi baru sebagai blogger. Saya mulai membuat blog buku dan blog tulisan. Blog yang lebih spesifik, sesuai dengan minat saya.

Banyak yang bingung, kenapa harus pakai blog buku dan blog tulisan? Bukankah sudah ada website yang bisa jadi platform untuk kedua topik tersebut?

Pertama, untuk blog buku, saya tergabung dengan Blogger Buku Indonesia. Jika sebelumnya saya tidak tahu apa yang saya paling suka, saya lalu seolah tersadarkan bahwa saya sangat cinta buku. Jadilah saya membuat blog buku.

Terus terang, memang blog buku saya cenderung lebih aktif daripada blog tulisan, bahkan blog personal saya ini.

Ada aturan dari BBI untuk selalu update minimal 3 bulan sekali, dan tentu harus ada postingan berupa review buku. Namanya juga blogger buku.

Apakah saya merasa terbebani dengan ketentuan tersebut?

Jujur, saya cukup sering merasa tertekan dengan aturan tersebut. Meski demikian, saya terus teringat bahwa saya sangat suka membaca dan membagi apa yang sedang baca dengan orang lain.

Lagipula sisi positifnya adalah saya terpacu untuk rajin blogging dan baca buku. Jadi, saya terus berusaha agar rajin menulis untuk blog buku.

Kemudian, blog tulisan. Ya, memang blog yang satu ini sangatlah sepi *krik krik

Kenapa saya mempertahankan blog tersebut? Karena saya senang ikut beberapa lomba cerita pendek atau flash fiction yang mengharuskan post di blog.

Awal saya membuat blog tersebut memang untuk memisahkan antara cerita yang saya buat dengan sharing saya soal kehidupan sehari-hari.

Biar gak ketauan banget  gak dianggap apa yang saya tulis adalah kisah nyata. Soalnya, saya memang senang sekali menulis cerita dari sudut pandang orang pertama. Saya tidak mau saja pembaca salah mengerti *padahal yang baca juga cuma segelintir *usek-usek tanah

Nah, berhubung saya sudah punya dua blog yang cukup spesifik (dan juga tumblr yang, ah..sudahlah), saya harus mengakui bahwa blog personal saya sangatlah random. Gak jelas maunya apa.

Saya berusaha agar lebih spesifik dengan membagi tulisan sesuai kategori. Yang ternyata agak percuma karena sering kali tulisan saya soal itu-itu saja 😄

Saya juga berusaha menemukan apa sih yang paling ingin saya sampaikan. Saya berpikir keras, apa ‘citra’ yang ingin saya tunjukkan kepada pembaca blog saya?

Lalu saya lelah sendiri.

Mungkin kalian penasaran, apa yang membuat saya mendadak kepikiran soal menemukan jati diri perblogan apaan sih.

Sebenarnya semua karena saya senang melihat posting dari blogger-blogger favorit saya. Saya melihat mereka semua punya sebuah ciri yang tidak terbantahkan, yang membuat orang senang dan selalu kembali ke blognya.

Tentu saja saya pun ingin memiliki efek seperti itu.

Maka, saya semakin rajin melihat-lihat postingan para blogger favorit saya. Termasuk saat beberapa dari mereka memberikan tips tentang nge-blog.

Rata-rata sih sama, ya. Memberitahu bahwa kita harus punya ciri khas. Tujuan khusus. Konsistensi. Tahu apa yang pembaca suka. Rajin blogwalking. Bangun networking. Update berita terkini. Mau belajar. Bla bla bla. *tiduran di atas laptop

Gak, saya gak berniat bilang bahwa semua tips tersebut useless atau membosankan.

Saat membaca hal-hal tersebut, saya merasa seolah diingatkan kembali alasan saya membuat blog.

Saya ingin menulis.

Period.

Tujuan awal dan utama saya bukanlah mencari ketenaran atau uang dari apa yang saya tulis. Jika pada akhirnya saya mendapatkan semua itu, maka itu akan saya anggap sebagai bonus yang sangat menyenangkan.

Tapi blog ini adalah blog pribadi saya. Diary virtual. Jurnal harian, yang saya ijinkan orang lain untuk baca.

Lagipula, saya sudah punya dua blog lain yang cukup spesifik. Kalau saya harus membatasi apa yang hendak saya tulis juga di blog ini, wah, wah, wah!

Saya ragu saya masih akan merasakan enaknya nge-blog.

Jadi, biarkanlah blog ini punya view yang jauh lebih sedikit daripada blog buku (padahal blog buku baru setahun berjalan, hiks! *curcol).

Saya tidak lagi berminat membuat blog ini menjadi lebih spesifik. Saya percaya, masih ada orang yang tertarik melihat berbagai random thing yang saya bahas di blog ini. Termasuk kamu, yang sedang membaca post ini 😛

Be happy, friends! All is well 🙂

Cheers!

♥ Zelie ♥

Selamat Hari Blogger Nasional

Ya, saya tahu kalau saya sudah terlambat, secara hari blogger nasional dirayakan kemarin, 27 Oktober 2014.

Hari ini pun sebenarnya hari yang cukup berkesan, mengingat hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda.

Oh ya, ternyata juga, hari ini adalah hari jadi saya yang ke-5 bersama dengan WordPress! Tadi siang saya mendapat notifikasi dari WordPress, memberi selamat dan semoga saya terus berkarya.

Saya sudah membaca post dari kedua teman saya, Ziyy dan juga Selvi tentang hari blogger nasional. Iya, saya tergerak ikut menulis karena membaca post dari mereka. Jadi follower untuk hal yang baik kan gak masalah, ya 😀

Dengan banyaknya alasan untuk menulis post, akhirnya saya mulai mengetik post ini. Walau, sampai dengan detik ini, saya tidak tahu dengan pasti apa yang hendak saya sampaikan.

Kita coba flashback, seperti yang dilakukan oleh kedua teman saya.

Blog ini bukan blog pertama dan bukan juga satu-satunya buat saya. Saya punya tiga blog lagi selain ini, dan juga ada tumblr. Dan yah, memang tidak semuanya terurus dengan baik. Tapi, saya berusaha mengoptimalkan fungsi setiap blog dengan baik.

Blog ini saya gunakan untuk berbagi tentang pengalaman, pemikiran dan juga segala hal yang terlintas di benak saya. Blog buku berisi segala hal tentang buku. Blog tulisan berisi puisi, cerpen dan sebagainya.

Nah, blog tulisan yang paling jarang terurus. Mungkin juga sebaiknya saya tutup karena terlalu banyak website tulisan yang bisa menampung. Tapi, rasanya berat mau ditutup. Masih belum rela 😄

Saya bukanlah tipe blogger yang rajin dan disiplin. Bahkan beberapa feature yang saya buat di blog-blog saya pun seringkali malah terbengkalai begitu saja.

Berkali-kali berjanji pada para pembaca, bahkan pada diri sendiri, tetap saja saya lupa dan mangkir.

Jujur saja, terkadang saya iri dengan blogger lain yang sudah punya banyak follower, pembaca setia, tampilan oke, feature yang keren, dan sebagainya. Tapi tentu saja saya sadar bahwa mereka memang berjuang keras untuk menghasilkan semua itu.

Saya masih dan harus terus belajar.

Saya bersyukur bahwa saya mengenal beberapa blogger aktif nan inspiratif. Baik blogger nasional atau pun yang dari luar negeri. Saya belajar banyak, termasuk belajar menemukan jati diri.

Setiap orang itu unik. Setiap blog itu punya pembacanya sendiri, sama seperti buku. Saya tak perlu berusaha keras menulis apa yang tak sesuai dengan diri saya.

Dulu saya pernah berusaha menulis dalam bahasa Inggris karena rasanya keren bila post saya masuk ke “Freshly Pressed”, tapi kemudian menyerah sendiri. Tulisan dalam bahasa Indonesia saja masih berantakan dan gak jelas, gimana ceritanya bisa bikin suatu hal yang keren dalam bahasa Inggris? 😄

Jujur, saya masih tak mengerti apa yang hendak saya sampaikan lewat blog saya. Saya hanya berbagi pemikiran saya, entah yang remeh atau yang sok ngerti hal yang rumit.

Karena itulah saya berterima kasih untuk kalian yang rajin, atau bahkan senang, membaca tulisan saya. Terima kasih untuk yang sudah mampir dan tak merasa tersesat saat melihat yang tersaji di sini. Terima kasih untuk kalian yang terus mendukung saya menulis.

Semoga saya, —tepatnya kita semua, menjadi lebih baik lagi dari yang sekarang.

Selamat hari blogger nasional dan selamat hari sumpah pemuda. Semoga semakin banyak blog bermutu yang muncul dari pemuda-pemudi Indonesia. Semoga semakin kuat rasa nasionalisme di antara kita, bukan cuma heboh di jejaring sosial tapi gak saling menghargai.

Menjadi blogger yang keren tak diukur dari jumlah follower. Kamu pun tak perlu menjadi pahlawan untuk menjadi warga negara yang baik. Cukup lakukan yang terbaik dari yang bisa kau lakukan.