Just Say It

“You should only ask someone if they love you if you love them, regardless of what their answers might be.”

– Quoted from “I’ll Be Right There” by Shin Kyung Sook

Perasaan tertolak memang menyedihkan. Tak ada yang mau merasakannya. Tak semua orang pun merasa sanggup mengambil resiko.

Padahal, bukankah jauh lebih menyakitkan untuk tersiksa dalam ketidaktahuan?

Bila mereka tak memiliki rasa yang sama, apakah rugi kita untuk tahu itu?

Jangan salah, saya pun pernah terjebak dalam perasaan takut itu. Saya tak berani bertanya karena saya tak yakin saya sanggup menerima penolakan.

Beberapa kali juga saya melihat di film atau membaca di buku, tentang bagaimana jujur saja sudah membuat kita merasa lebih baik dan semua akan baik-baik saja.

Nyatanya, tidak semua hal seindah yang disajikan di film atau buku. Setidaknya, tidak semudah yang kita lihat atau duga. Juga, tidak sesulit itu.

Complicated? Yes, it is.

Saya merasakan sendiri bahwa mengungkapkan perasaan bukanlah hal yang mudah dilakukan. Pun, penolakan bukan hal yang mudah diterima dan dilupakan.

Tapi, saya juga pernah merasakan saat perasaan tak terucap, dan memang tak bisa lagi tersampaikan.

Secara jujur, saya lebih memilih untuk terluka saat tahu cinta tak berbalas.

Saya percaya bahwa setiap orang butuh ‘closure’. Saya tidak yakin dengan pasti kata yang tepat untuk disandingkan dengan ‘closure’, tapi mari kita anggap sebagai, sebuah penyelesaian.

Bagaimana kita bisa bergerak maju saat belum menyelesaikan yang sebelumnya?

Bagaimana kita bisa bergerak maju saat kita bahkan belum tahu apa yang harus dilakukan? Apakah berhenti, mundur, atau maju?

Maka demi mendapatkan sebuah penyelesaian, mulailah memberanikan diri untuk mengatakan apa yang harus kau katakan.

Love – Writing Challenge Day 13

Participate in this writing challenge made me realize that I knew few about my self.

Why?

Well, because.. I have no idea what is something that I absolutely love. It can be I love too much, or too little? No idea.

But in my defense, I would say it because I have too much to share and hard to decide which one I love the most. Even while write this, I still can’t figure it out.

So I decide to take deep breath, relax and try to think something that might cheer me up. Try to set my mood.

Hmm.. Let’s start with life.

Sometimes I wonder, what would it be if I have different life.

I love my life. I keep saying it and even sometimes I envy others’ life, I always ended up realize: this is the best life for me.

The next thing I love is to know what to do next.

We all do, don’t we? I hate guessing. Made me feel insecure.

Am not saying that I want everything ‘under-control’. I just need to be assured that I can do it. This too, shall pass.

So, next thing thing that I love is to have companion.

Honestly, am a loner. Some people might hard to believe it, but trust me, my sanctuary is where I can have some ‘me-time’.

But, still, as human, I need companion, right? And as loner, I would be happy to be with someone that understand me and ‘worth-to-talk’.

Yes, I understand, it sound mean, somehow. But it’s true.

Don’t you hate it, to spend your precious, limited time with someone that not worth at all, for politeness sake?

Please don’t get me wrong, I still love to be in community. Currently, am member of NaNoWriMo writing group, BBI and Serapium.

Just like I said before, it’s nice to have someone to accompany you. And, it would be much better if it was someone that really matter to you. Someone who can understand you. Someone that can accept you for who you are.

And by saying this, it was not limited to ‘relationship’ or ‘boyfriend’ thing. I love to have friends, that I can trust and reliable. Friends to share about your dreams, your fears. Those who can keep the conversation going -and interesting. Those who you can count on, and even they can do nothing to help solve your problem, they won’t let you feel you are left alone.

Last but not least, even they said truth is bitter, I prefer to know the truth.

I always try my best to speak the truth cause I hate ‘sugar-coat words’. But, I always love to give someone second chance as I believe anyone can do mistake. And third chance cause I think it just ‘second chance’ and..they still deserve it. And after that, there won’t be fourth chance cause I believe it’s a choice.

Oh, come on, four times and still saying that you have no intention and regret it?

Okay, I might be out of line. My point is, I really appreciate if you just tell me the truth. ‘I don’t wanna hurt your feeling’ or ‘Am afraid that you will be mad at me’ won’t make it any better.

First, as I mentioned before, I prefer the bitter truth.

Second, if you truly not want to hurt me and scared to see my anger, why you did that? Why did something that (most of time) you knew I won’t be happy to hear you do?

That’s a wrap, I guess.

And you might wonder, by saying this, do I love my God and my family less? And my answer is no. I’ve said that I love my life.

My life is given by my God, with my family as my guardian on earth.

So, what about you? Do you mind to share about something you absolutely love?

Cheers!

😀

To Be The Happy Me: Do-cause-you-Love-cause-you-do

Huehehe..

Judulnya rada aneh ya, dan sebenernya mirip sama Do what you Love and Love what you do (boleh diintip disini) Imho sih, beda. But, let’s see.

Jadi, kalimat ini terlintas di benak saya saat sedang mencuci gelas di kantor. Lagi mikirin soal ‘berkorban demi cinta’.

Saya pernah denger, lupa darimana, bahwa sebenarnya adalah salah kalau menggunakan istilah ‘berkorban demi cinta’ karena saat kita cinta, kita akan melakukannya dengan senang hati. No pressure.

Inilah yang saya sebut dengan ‘Do cause you love’

Berilah, lakukanlah, tunggulah, bersabarlah..karena cinta.

Terkadang orang terlalu sibuk untuk memperhitungkan antara “untung-rugi”, “benar-salah” atau bahkan “senang-susah”.

In simple way, pikirkan sebab, bukan akibat.

Hidup itu, tidak serumit yang kita bayangkan. Lakukanlah karena kamu ingin, karena kamu suka, karena kamu cinta.

Banyak orang yang takut ‘memberi’ dengan alasan takut tidak mendapat ‘balasan’. Padahal, mengapa ragu kalau kau memang cinta?

IMHO, yang paling menyakitkan adalah saat kita menyesal karena tidak melakukan apa yang ingin kita lakukan.

Coba pikirkan, apakah kamu mau menyesal karena tersadar kamu tidak pernah cukup memberitahu kalau sangat sayang padanya? Atau, apa kamu rela kalau dia merasa sendirian padahal kamu sebenarnya siap untuk menjadi tempatnya bersandar?

Time flies, enggak pernah bisa diputar kembali.

Unfortunately, most of time, kita enggak mendapatkan kesempatan kedua.

So, just do it.

And, love cause you do.

Love for no reason. Only cause you do.

My sis once told me, jangan pernah jatuh cinta pada harapan. Kebanyakan orang jatuh cinta pada mimpi, pada ekspetasi.

Berharap dia bisa berubah. Berharap bisa jadi seperti pasangan lain yang sepertinya cocok. Berharap bisa diakui karena sudah berstatus “In a relationship”

Padahal, pada akhirnya kita akan kecewa sendiri karena apa yang kita dapatkan tidak sesuai harapan. Kalau ternyata sesuai? Ha, trust me, enggak akan pernah ada habisnya. Kamu akan berharap lebih dan lebih dan lebih.

Pada akhirnya, salah satu dari kalian -atau bahkan keduanya- akan menyerah karena harus terus berjuang mewujudkan ekspetasi tersebut.

Cinta adalah suatu hal, pengalaman, perasaan yang indah.

Apabila kamu membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang, I suggest you to stop. Karena itu bisa membuat kebahagiaanmu berkurang.

As always, make it simple. Bahagia itu sederhana. Hidup itu pilihan. Pilihlah untuk berbahagia.

Cheers!

😀

Sing-a-song: Love Me

Hmm.. Oldies, as always :p

I knew this song from my father. He used to play the cassette of it, until I lost it 😦

He told me that he played ‘Love Me’ over and over again while drive with my mom, when they were dating.

When I was kid, I just love the rhythm of this song. But since I grown up, the lyrics really touch me. Kindly refer to this link if you want to hear to the song: Love Me by Michael Cretu

Lyrics:

Love me

and do not ever leave me

You’re the only one

You’re not just for fun

 

Love me

don’t believe them when they say

I don’t really care

That just isn’t fair

 

Cause I love and need you so

I will always be true to you

Never mind how I sometimes act

My feelings are the same

 

* Love me, need me

That’s all I want from you

Love me, believe me

And always be true

Love me, don’t leave me

Without you

My life would be blue

 

Love me and don’t ever doubt it

At the very start

You were in my heart

Show me the way into your feelings

I’ll do ev’rythin’

I’ll give you a ring

 

Whatever you want from me

If you love me, I will agree

Be my queen and I’ll be your king

Wouldn’t that be exciting?

 

I can’t stop smiling while type the lyrics. For me, Love Me is an everlasting love song. Despite the fact that it was my parent memorable song, I really think it is a cute song  and I do wish to have someone sing this to me, with the gaze and smile. Wouldn’t it be lovely?

Sometimes, our love story might not as sweet as we always wish. People might not show their love to you the way you wish they do, but it doesn’t mean they not love you. That is why, you need to trust and have no doubt to your partner.

Also, always be true. When you do, you will gain trust from your partner and vice versa. When you trust each other, it would be easier to walk hand in hand, along your journey of life. Together.

My favourite line is,

Whatever you want from me

If you love me, I will agree

Be my queen and I’ll be your king

Wouldn’t that be exciting?

Yes, I think that would be exciting. I think it’s every girl dream, to be queen of her lovely king, which is her soulmate.

I don’t believe that happy ever after did exist. What I believe is, love make you strong. It won’t solve any problem, it help you to face it bravely.

Cheers!

😀

 

p.s: dedicated to you. you know who you are. you always do 🙂

Hi..

‘An unspoken hello could hurt you as well as unspoken goodbye could’

– Zelie’s anti-mainstream wisdom

Saya ingin membahas tentang bagaimana kegalauan bisa meningkat hanya karena enggak berani bilang “Hi..” (bacanya “Hai..” gitu ya, bukan “Hiii…” dengan mimik takut atau enggak banget)

Kenapa mendadak tertarik bahas ini? Karena.. ah sudahlah, nanti aja diceritakan lebih lanjut :p

Nah, apakah pernah merasakan hal seperti ini?

Pengen banget nyapa, pengen banget memulai obrolan, pengen banget tau bagaimana kabar dia sekarang, tapi.. rasanya, enggak bisa?

Bisa jadi malu karena sebenarnya belum kenal-kenal banget atau malah sebenernya selama ini cuma jadi secret admirer (baca: stalker) buat dia. Jadi, kayaknya aneh ya kalau tau-tau mau nyapa dia. Nanti dipikirnya, “Ih, siapa lu?”

Bisa juga enggak mau nyapa karena -uhuk- masalah pribadi. Mungkin yang pengen kita sapa itu orang yang -uhuk lagi- dulu pernah dekat dengan kita. Dan sekarang kita kayak pengen aja gitu nyapa dia, just for old time sake. Tapi, itu juga kendalanya. Kita kan, cuma bagian masa lalu. Apa boleh hadir dalam masa kini dia?

Masih dalam hubungan dengan masa lalu, mungkin juga hubungan kita dengan dia sudah tidak sebaik yang dulu. Maybe we’ve done something that we regret, but couldn’t fix it. Pengen banget mengulang dan memperbaiki semuanya. Wondering, apa mau dia membalas sapaan kita dengan ramah? Kalau tidak mau, sebenarnya dia tidak sepenuhnya salah. Tapi, kita masih berharap, kan?

What I want to say is.. if you want to say hi, then say it.

Terlalu sibuk memikirkan apa yang akan terjadi hanya membuat kita semakin galau. Lakukan apa yang kamu rasa akan membuatmu senang. Kalau pun ternyata hasilnya mengecewakan, yaa terimalah dengan lapang dada.

Kita belajar banyak dari kekalahan dan sedikit sekali dari kemenangan. Itu kata-kata yang saya dapatkan dari posting facebook seorang teman pagi tadi.

Kenapa harus merasa gengsi, kenapa harus takut kalau kita hendak melakukan suatu kebaikan? Menyapa seseorang itu kan bukan kejahatan.

Kalau pun kamu merasa bahwa apa yang kamu lakukan itu salah, yah, silahkan mencegah dirimu sendiri melakukannya.

But like I said before, do what you really want to do. Jangan memikirkan apa yang akan kamu sesali kalau melakukan sesuatu. Pikirkan, apakah kamu akan menyesal bila tidak melakukannya.

Jadi inget kemaren malem sempet ngebahas soal kegalauan hati sama temen-temen di grup WA Serapium (yang sempat berganti nama jadi Seravista dan sekarang jadi Sera nom nom nom *abaikan*)

Kebanyakan sepakat bahwa lebih baik memulai daripada menunggu. Kalaupun akhirnya respon yang kita dapat tidak sesuai harapan, setidaknya kita tidak lagi menunggu tanpa kepastian.

Makasih ya buat MakCit, Shiva, BangEd buat galauan malamnya. Buat yang lain juga, yang ikutan komentar (mostly sih ngeledek ya  awas kalian nanti..) But I still respect your care, kawans :*

So, let’s start with simple hello, before you forced to say goodbye with no prepare.

Cheers!

😀

*anyway, pengen banget nyelipin semacam puisi gitu, gak apa lah ya? ada hubungannya dikit kok. :p *

‘Hi, I miss you.

It seems that I just can’t stop missing you.

Why you only exist in my past, not in my present?

You used to be the one who convince me that we are meant to be

Why you became the one who walked away?

Words won’t heal my broken heart

But am I not deserve an explanation?’

that was what I really wanted to say..

And here I am, typing, re-typing, taking deep breath and finally sent this to you: ‘Hi..’