malam minggu ini

Malam Minggu.
Malam dimana banyak remaja galau yang meratap karena kejombloannya.
Malam dimana para pasangan menusuk hati para jomblo dengan pedang “PDA” yang kepanjangan dan artinya dimengerti dengan baik oleh jonyi alias jomblo nyinyir.
Malam ini tidak terlalu berbeda dengan malam yang lain, sebenarnya.
Hanya mungkin sedikit berbeda karena ada sekumpulan artis Korea yang sedang bermalamminggu bersama fans-fans yang berkelimpahan uang, uhm, maaf, cinta kepada pujaan mereka.
Berbagai status kegembiraan, live tweet dan sebagainya memenuhi jejaring sosial.
Bukan hanya itu, kesedihan para fans yang tidak bisa datang pun bermunculan.
Udah jomblo, ga bisa nonton konser artis kesayangan, lengkap sudah penderitaan.
Okay, kita lupakan sejenak pembicaraan mengenai artis dan penggemar tadi.
Back to the topic, kegalauan di malam minggu.
Kenapa harus galau di malam minggu?
Bukannya hari ini sama aja seperti hari yang lain?
Buat para jomblo, tiap hari juga jomblo.
Ngeliat orang lain asyik berpacaran lalu sedih, kenapa?
Kalau mereka mesra di tempat rame, dianggep gak berperasaan.
Kalau mereka mesra di tempat sepi, dianggep gak tau adat.
Padahal, apa salah mereka?
Mereka cuma sedang jatuh cinta.
Selama tidak mengganggu kesejahteraan umum dan merusak moral bangsa, gak ada salahnya, kan?
Buat yang galau karena gak bisa pergi sama pasangannya malam minggu ini, kenapa?
Yang penting lu tau kalau dia cinta sama lu setiap hari.
Kalau ternyata gak, yaaa itu sih nasib lu aja yang jelek, ya.
Buat yang udah beruntung banget punya malem minggu yang ‘perfect’, berbahagialah.
Cherish every moment that you have cause you never know what would happened next.
But, even if tomorrow he/she break your heart, you still have sweet memory in your mind that no one could take from you.
Intinya sih, menurut gue malam minggu itu malam yang sama seperti malam-malam yang lain.
Enggak ada yang perlu dibuat spesial.
Kenapa?
Karena seharusnya, kita membuat setiap hari spesial dengan cara kita sendiri. Dan, tentunya, membuat orang yang kita sayang merasa spesial setiap hari.
Love and live your life.
Cheers!
😀

Post by Miss ZP from her dreamland

Konsisten untuk Tidak Konsisten

Rencana rajin post tentang apa yang gue syukuri dan pelajari selama sehari itu udah ada dari tahun lalu.
Bulan lalu usaha buat rajin lagi.
Tapi, pada akhirnya, sekarang lupa lagi.
Udah hampir sebulan dari post terakhir gue di blog ini.
Kalau dulu, alasan gue jarang bikin post di blog adalah karena gue sibuk.
Bangun jam enam pagi, sampe rumah paling cepet jam 6 sore.
Belum berbagai kegiatan sosial (baca: nongkrong bareng temen :p) plus kerjaan kantor atau kampus yang musti dilanjut ke rumah.
Jadilah, waktu lowong buat bikin tulisan rada susah.
Sekarang, waktu luang nyaris berlebihan, ya.
Apalagi, kegiatan gue mulai terbatas (baca: diberi batas, hiks)
Harusnya, enggak ada masalah ya soal waktu.
Tapi, itulah.
Seperti judul tulisan ini, gue termasuk orang yang konsisten untuk tidak konsisten.
I think I have to agree that it’s easier to say than to do.
Bukan cuma masalah bikin post di blog, tapi juga dalam beberapa aspek di hidup gue.
Sebut aja soal bangun pagi.
Gue udah bertekad untuk bangun lebih pagi biar bisa jalan pagi.
Tetep aja enggak bangun pagi.
Contoh lain, mau rajin pake masker biar enggak terhirup udara yang penuh polusi.
Masker-nya entah ada dimana.
Pada akhirnya, gue simpulkan kalau konsisten adalah suatu sikap yang muncul dari penggabungan antara niat, keyakinan dan kesadaran.
Niat untuk melakukan, keyakinan kalau itu harus dilakukan dan kesadaran agar melakukan sekarang.
Satu lagi deh, kerelaan supaya bener-bener dilakukan.
Anggaplah soal bangun pagi.
Niat bangun pagi ada. Udah yakin kalau bangun pagi itu bermanfaat. Mulai dari pagi ini. Tapi, udaranya dingin. Enakan tidur lagi.
Jadilah batal.
Begitu juga selanjutnya.
Saat kita belum punya semua hal yang gue sebut tadi, sulit untuk bisa jadi konsisten.
Selalu akan ada cara untuk tidak konsisten.
Semua adalah pilihan.
Kita bisa cari seribu alasan kenapa kita tidak konsisten.
Boleh nyalahin keadaan, lingkungan dan lainnya sampai kita jadi enggak konsisten.
Tapi, there’s nothing you get from blame others.
This is your life.
Make your choice and be happy with that.
Jadi, mari sama-sama belajar untuk jadi konsisten dalam arti sebenar-benarnya.

Cheers!
😀

entah apa judulnya

Hari ini nonton Rum Diary di Gajah Mada Plaza. Niat awal mau nonton Real Steel tapi ternyata udah gak ada. Lanjut makan Java Steak di.. Samanhudi ya kalau ga salah, gue cuma ngintip keluar tenda, ada indomaret dengan tulisan “Samanhudi” di bawah logonya.
Pelajaran yang gue petik hari ini :
1. Kalau pas kita nonton film di bioskop dan cuma sedikit orang yang ikut nonton sama kita, tuh film enggak oke.
Udah gue alami beberapa kali dan hari ini terulang lagi. Mungkin next time gue akan cancel beli tiket kalau ternyata yang nonton sedikit. Atau lebih safe, gue beli tiket mepet sama jam nonton, biar tau berapa banyak yang nonton. Okay, fix. Begitu lebih baik.
2. Kalau emang mau nonton film di bioskop, nonton aja. Daripada kayak sekarang, nyesel udah gak ada di bioskop. Kayaknya runtuh gitu langsung semangat gue. Mungkin aja sih masih ada di bioskop lain, tapi kan jarak dan waktu suka gak memungkinkan. Jadi, nontonlah selagi anda bisa! Sendiri? Cuek! Yang penting gak nyesel.
3. Jalan sama orang yang pernah kita taksir dan pernah naksir sama kita tuh enggak enak. Rasanya kayak ngambil boneka kesayangan yang kita udah kasih ke ponakan. Kita emang sayang sama tuh boneka. Tapi ponakan kita juga udah ngeliatin, senyum sih, cuma tetep aja tatapannya “bukannya udah direlain ya?”
Jadi, rasanya..gak enak!
4. Kalau orang emang enggak mau diajak ngobrol sama lu, gak usah capek-capek ngajak ngobrol. Yang ada lu jadi kesel. Trus mengutuk dalam hati. Padahal, emang kenapa kalau dia enggak mau ngobrol sama lu ? Enggak mengurangi kebahagiaan lu, enggak bikin lu abis napas. Just smile and talk with people that want to talk with you.

Hal yang bikin gue seneng hari ini adalah ngeliat murid gue yang pas review test bulan lalu bikin gue pengen nangis sejadi-jadinya karena dia enggak bisa apa-apa, dengan penuh percaya diri menulis 3 huruf pertama dari nama dia dengan benar. Nama dia terdiri dari 8 huruf dan sisanya sih acak-acakan, tapi emang huruf-huruf yang dia tulis selanjutnya ada di nama dia. Terharu banget. Senengnya gak terkatakan *ambil tissu *srotttt! *maaf, lagi pilek
Terus gue juga seneng hari ini enggak ujan, padahal gue enggak bawa jaket dan payung. Kalau hujan kan gawat. Bisa tepar gue langsung karena keujanan dengan kondisi badan enggak fit gini.
Besok harus ngajar sendirian. Homeroom gak masuk karena ada urusan imigrasi.
Gonna be hectic day
But well, I think I can handle it
Cause I will always learn from everything that I got, that I had..
And keep thankful..
Cheers!

😀