#TantanganMenulis — Natsukashii

source: click image

source: click image

Saya  mudah tersentuh oleh hal yang kadang dianggap biasa saja oleh orang lain. Mungkin karena itu saya senang sekali mengajar anak kecil.

Saya senang dengan kepolosan mereka. Makanya tak jarang saya malah jadinya sewot kalau ada anak kecil yang sudah belagak seperti orang dewasa. Gak cocok. Gak pantes. Belum waktunya.

Saya heran kalau bertemu dengan orang tua yang menuntut anak untuk bertindak atau berpikir lebih dewasa dari umurnya. Buat saya, masa kanak-kanak adalah masa yang paling indah seumur hidup, baik untuk anak itu sendiri atau orang tua.

Ingat kan, di KS menyebut bahwa orang tua harus mendidik anak sejak masih muda.

Continue reading

#TantanganMenulis – Dear Future Me

IMG_3612

Kepada Yth. Zelie Petronella,

Saat kau membaca ulang tulisan ini, kau mungkin akan teringat saat terjebak macet dalam perjalanan pulang.

Ingatlah bahwa yang harus kau lakukan bukan menggerutu, karena apa yang sudah terjadi tak bisa diulang.

Yang harus kau lakukan adalah bersyukur. Apalagi kau bisa membaca tulisan ini. Dua tahun dari tulisan ini dibuat, sesuai dengan temanya.

Mungkin kau tersenyum saat membaca ulang kalimat sebelumnya. Saya pun tersenyum saat menulisnya.

Saya adalah kamu. Kita tahu bahwa kita tak akan “hanya” membaca tulisan ini dua tahun mendatang.

Mungkin beberapa bulan lagi. Lalu dua bulan setelahnya. Kemudian enam bulan berikutnya. Begitulah, kurang lebih sama dengan saat menulis untuk 5 tahun mendatang.
Continue reading

#TantanganMenulis

#TantanganMenulis

Bermula dari perbincangan yang gak jelas antara kedua remaja nyaris kembar, muncullah ide untuk membuat #TantanganMenulis.

Tadinya, kami sempat meminta beberapa teman kami yang lain untuk ikutan menyumbangkan ide. Sayangnya mereka masih malu-malu gak kayak kami sehingga cuma saya dan Mput yang menjalankan ide ini.

Idenya sebenarnya sederhana. Menulis dengan tema yang sudah ditentukan tapi waktunya lebih fleksibel. Kami hanya ingin mengajak orang terus menulis dan memberi ide yang sederhana, tapi menarik. Sekaligus, mengingatkan diri sendiri untuk terus rajin menulis, sih keselek

Berikut ini keterangan lebih lanjut yang kebanyakan saya copas dari kembaran iya saya memang rada malas anaknya
Continue reading

Classic Love Story (again)

Yak,  saya akan membahas tentang Classic Love Story lagi, hehehe..

Classic Love Story udah pernah saya upload di fb notes, di blog ini (sebelum akhirnya saya pindahkan ke blog menulis saya) sejak tahun.. 2009?

Dan sampai sekarang, ya, benar.. belum selesai juga. *awkward silence*

Saya sadar sepenuhnya kalau ini dosa paling besar bagi seorang penulis, menunda-nunda tulisan, tapi apa boleh buat. Maafkanlah saya yang easily-distracted, ide tulisan (ceritanya) terlalu banyak sehingga susah memilih mana yang harus ditulis (ehm) lebih dulu.

Saya akan berikan cuplikan ya, tentang Classic Love Story.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Lila dan Mario, dengan fokus lebih dari sudut pandang Mario. Diceritakan kalau Lila dan Mario adalah teman akrab sejak kecil sampai akhirnya Mario memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Rencana Mario pindah ke luar negeri memang mendadak dan tidak melibatkan Lila karena Mario memang ingin ‘lari’ dari Lila. Yap, Mario sebenarnya sudah jatuh cinta pada Lila.

Saat Mario kembali ke Jakarta, Lila ternyata masih sangat tergantung padanya. Bahkan, walau sempat diawali dengan berbagai kecanggungan (yang tentu saja aneh, karena mereka kan sebelumnya super akrab!) akhirnya mereka semakin dekat satu sama lain. Nah, berhubung Mario adalah orang yang sama sekali buta tentang pacaran sedangkan Lila adalah salah satu ‘master’ dalam hal pacaran, apakah hubungan mereka memang akan berujung manis? Atau, Mario, seperti kebanyakan pria ‘malang’ lainnya hanya akan berujung dalam lingkaran mistis ‘friendzone’?

Harus saya akui, saya memang berencana (ya, ya, memang masih rencana, maaf deh..) membuat kisah ini minim konflik. Namanya saja Classic Love Story, saya ingin membuatnya sesederhana dan seringan mungkin.

Walau cerita ini sudah menggantung cukup lama, entahlah, rasanya saya sudah punya semacam koneksi yang kuat dengan cerita ini sehingga walaupun pergerakannya lambat, saya tidak bisa mengibarkan bendera putih dalam penulisannya.

Yes, I’m falling in love with this story.

Jadi, walaupun jatuh bangun, merayap, merangkak, atau bahkan kadang hanya parkir, saya berharap cerita ini akan terus berjalan. Setidaknya, di dalam pikiran saya :p

Nah, buat yang penasaran dengan yang terbaru dari Classic Love Story, silahkan cek di blog saya yang berikut ini: My Dreamland

Lebih lengkap, ada di category Classic Love Story-nya. Happy reading!

Cheers!

😀

A New Beginning

December 2.

I hardly believe that NaNoWrimo already over, for this year.

When I read about NaNoWriMo and decide to participate, actually, I didn’t expect that it would be tough.

I am unemployed, I’ve got nothing to do. That’s why I was almost sure I could make it easily.

And, it wasn’t that simple.

Even though I have nothing important things to do, but I’m (still) human.
I was getting bored, mostly cause I was tired. Why tired? Cause I was pushing my self too hard. Why I push my self too hard? Cause I want my first year ended up great.

Well, at least, I’ve learned so much from NaNoWriMo.

I started NaNoWriMo 2012 with lack of knowledge, back to that time, I was only the person who want to be writer.

Thankfully, because of NaNoWriMo, I could proudly call my self as a writer.

No, NaNoWriMo not give me the ‘writer’ badge.

I was talking about the euphoria.

The euphoria of NaNoWriMo made me realize, this is what I really want.

I want to write, write and write.

I want to talk, read, sing about what I write.

I want to be a great writer.

And the main thing about writer is they write.
No matter how trashy is your writing, at least you try. You wouldn’t be good writer if you never start write something.

You might have plenty of ideas but if you can’t execute that idea or at least, try to execute, you will go nowhere.
Because of NaNoWriMo, I met those amazing people, ups, sorry, I mean,writer. They support me, pushing me to keep writing, never underestimate me and give me so much helpful advice.
Thanks to Martina, Jack, Rebekah, Linda, Donna, Mary, and other friends from National Novel Writing Month group on Facebook. I can’t thank you enough for everything that you all done to me. Thanks for sharing, supporting and caring. Love you all!

Thanks to Becca and Matt Pike, my mentor. Thanks for the the advice, the writing tips. And for Matt, thanks for letting me join with the girls’ group, with Jen, Amber, River, etc. Thanks for the amazing conversations!

NaNoWriMo 2012 is officially over. But, I believe, it would be a new beginning for our writing career. Year by year, we would getting better. And, thanks for helping me through my first year. Can’t wait to participate on NaNoWriMo 2013!

Cheers!

😀