#TantanganMenulis – Age-otori

Beberapa orang menganggap bahwa rambut adalah mahkota bagi wanita. Padahal, bukan cuma wanita yang merasa seperti itu. Banyak juga pria yang sangat memperhatikan rambutnya.

Walau saya kadang tak mengerti, apa yang bisa divariasikan dari rambut yang hanya sejumput? *ditendang

Saya merasa begitu karena saya sendiri sering merasa bingung saat hendak mengubah penampilan. Katanya, cara paling gampang adalah dengan mengubah potongan rambut.

Ada benarnya. Karena, kalau potongan rambut kita salah, susah untuk tetap tampil percaya diri.

Apa kalian pernah merasa seperti itu? Saya pernah.

Continue reading

#TantanganMenulis — Natsukashii

source: click image

source: click image

Saya  mudah tersentuh oleh hal yang kadang dianggap biasa saja oleh orang lain. Mungkin karena itu saya senang sekali mengajar anak kecil.

Saya senang dengan kepolosan mereka. Makanya tak jarang saya malah jadinya sewot kalau ada anak kecil yang sudah belagak seperti orang dewasa. Gak cocok. Gak pantes. Belum waktunya.

Saya heran kalau bertemu dengan orang tua yang menuntut anak untuk bertindak atau berpikir lebih dewasa dari umurnya. Buat saya, masa kanak-kanak adalah masa yang paling indah seumur hidup, baik untuk anak itu sendiri atau orang tua.

Ingat kan, di KS menyebut bahwa orang tua harus mendidik anak sejak masih muda.

Continue reading

#TantanganMenulis — Pochemuchka

enhanced-buzz-7393-1377801447-1

Terkadang, saya bingung kenapa saya sangat ingin menjadi seorang guru. Saya sudah pernah menjelaskannya di tiga bagian ‘Kenapa harus jadi guru’ (part one, part two, part three). Hanya saja, saya tetap sering bertanya, “Kenapa?”

Pertanyaan itu muncul karena terus terang saja, saya tidak tahan dengan orang yang terlalu banyak bertanya.

Malahan, saya bukan orang yang gampang menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran saya kepada orang lain. Terutama tentang step-by-step.

Continue reading

#TantanganMenulis – Dear Future Me

IMG_3612

Kepada Yth. Zelie Petronella,

Saat kau membaca ulang tulisan ini, kau mungkin akan teringat saat terjebak macet dalam perjalanan pulang.

Ingatlah bahwa yang harus kau lakukan bukan menggerutu, karena apa yang sudah terjadi tak bisa diulang.

Yang harus kau lakukan adalah bersyukur. Apalagi kau bisa membaca tulisan ini. Dua tahun dari tulisan ini dibuat, sesuai dengan temanya.

Mungkin kau tersenyum saat membaca ulang kalimat sebelumnya. Saya pun tersenyum saat menulisnya.

Saya adalah kamu. Kita tahu bahwa kita tak akan “hanya” membaca tulisan ini dua tahun mendatang.

Mungkin beberapa bulan lagi. Lalu dua bulan setelahnya. Kemudian enam bulan berikutnya. Begitulah, kurang lebih sama dengan saat menulis untuk 5 tahun mendatang.
Continue reading

#TantanganMenulis – Boketto

IMG_3462

Suatu malam, saya sedang asyik scroll timeline Twitter dan menemukan RT dari Clara Ng. Gambarnya seperti yang tercantum di atas. Saya langsung jatuh cinta dengan kata itu.

Apakah kamu pernah melakukan hal yang kurang lebih sama?

Hanya duduk sambil menikmati suasana sekitar. Menatap langit tanpa memikirkan apapun.

Saya adalah seorang yang menikmati saat-saat sendirian. Saya sering asyik dengan pikiran saya sendiri. Kadang saya malah lelah dengan “ramainya” pikiran saya.

Continue reading